5 Berita Terpopuler Ekonomi, dari Ekspor Halal hingga Merger BUMN Syariah

    Arif Wicaksono - 25 Oktober 2020 10:58 WIB
    5 Berita Terpopuler Ekonomi, dari Ekspor Halal hingga Merger BUMN Syariah
    Menkeu Sri Mulyani. Foto : Medcom : Eko N.
    Jakarta: Topik berita terpopuler pada Sabtu, 24 Oktober 2020 seputar Kementerian Perdagangan (Kemendag), korupsi, menkeu, hingga merger bank syariah. Topik mengenai industri halal masih menghuni sebagian besar berita yang banyak dibaca pembaca.

    Berita-berita yang muncul berjudul seperti Kemendag yang mendidik ekspor, korupsi bukan penyebab investasi turun, menkeu siapkan sertifikasi halal gratis, harapan Sri Mulyani terhadap membaiknya ekonomi di 2021, serta merger bank syariah pada 2021. Berikut di bawah ini rangkuman dari berita kanal ekonomi Medcom.id Minggu, 25 Oktober 2020.

    1. Kemendag Bidik Ekspor Produk Halal

    Kementerian Perdagangan membidik ekspor produk halal ke negara yang tidak tergabung dalam Organisasi Kerja Sama Islam (OKI).  Di antaranya, Taiwan, negara Eurasia dan kawasan Afrika.

    "Ada beberapa strategi yang kami lakukan di Kemendag, tidak hanya ke negara yang mayoritas Muslim atau OKI, tapi kami juga mencoba beberapa negara yang sebetulnya sudah mulai meningkat kesadarannya untuk produk-produk halal seperti Taiwan," ujar Direktur Jenderal Perdagangan Luar Negeri Kemendag Didi Sumedi.

    Menurutnya kesadaran pemerintah Taiwan terhadap produk halal mulai meningkat. Hal tersebut demi menarik minat wisatawan muslim untuk berkunjung ke negara itu. Selain produk halal, Taiwan kini sangat membutuhkan sistem sertifikasi produk halal.

    Baca berita selengkapnya di sini

    2. Korupsi Bukan Penyebab Tidak Efisiennya Investasi di Indonesia

    Kenaikan skor Indeks Persepsi Korupsi tersebut akhirnya menentukan semakin baiknya peringkat korupsi suatu negara. Semakin kecil peringkat ranking maka semakin bagus suatu negara dari korupsi.

    Lifepal, Sabtu, 24 Oktober, dalam risetnya mencoba melihat bagaimana Indeks Persepsi Korupsi Indonesia memengaruhi nilai ICOR di Indonesia.

    Pertama, tidak ada hubungan langsung antara perbaikan Indeks Persepsi Korupsi Indonesia terhadap ICOR. Data memperlihatkan bahwa ICOR Indonesia semakin tinggi tiap tahunnya. Ini menandakan investasi di Indonesia untuk saat ini tidak efisien. Namun apakah ini disebabkan semata-mata oleh korupsi?

    Nyatanya tidak serta merta. Sebab, data tersebut menunjukkan bahwa ranking Indonesia dalam Indeks Persepsi Korupsi setiap tahun semakin baik. Tercatat pada 2010, Indonesia berada di posisi 110 diantara negara-negara di dunia, dan pada 2019 Indonesia memperbaiki posisi hingga ke posisi 85.

    Membaiknya peringkat korupsi Indonesia tidak serta merta membuat rasio ICOR Indonesia membaik. Malah, nilai ICOR Indonesia terus memburuk dalam beberapa tahun terakhir.

    Kedua, rendahnya produktivitas pekerja Indonesia menghambat efisiensi investasi. Sebagai pembanding, Lifepal melihat data produktivitas pekerja Indonesia dari Census and Economic Information Center (CEIC). Berdasarkan data tersebut, terlihat tren produktivitas pekerja Indonesia mengalami penurunan.

    Baca berita selengkapnya di sini

    3. Menkeu Siapkan Aturan Biaya Sertifikasi Halal Gratis

    Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati tengah menyusun aturan untuk menggratiskan biaya sertifikasi halal. Peraturan Menteri Keuangan (PMK) yang mengatur tarif sertifikasi halal nol rupiah ini merupakan turunan dari Undang-Undang Cipta Kerja.

    Dalam UU Cipta Kerja, permohonan untuk sertifikasi halal yang diajukan oleh pelaku Usaha Mikro dan Kecil (UKM) tidak dikenakan biaya. Kebijakan ini akan membantu mengurangi biaya yang ditanggung oleh pelaku UKM.

    Dia mengatakan untuk sertifikasi halal, untuk UKM akan dilakukan tarif nol rupiah dan sehingga bisa mengurangi beban, dan tarif ini disampaikan kepada pengguna jasa secara transparan.

    Baca berita selengkapnya di sini

    4. Sri Mulyani Berharap Ekonomi Positif di 2021

    Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyebut tanda pemulihan ekonomi nasional mulai muncul. Hal ini mengindikasikan perbaikan ekonomi ke tingkat yang positif pada 2021.

    Dia menjelaskan akibat pandemi ini pemerintah telah melakukan berbagai ikhtiar di dalam rangka mengurangi dampak negatif baik ke sisi kesehatan, sosial, maupun perekonomian.

    Walau ekonomi diperkirakan masih akan tumbuh negatif di kuartal III, namun kontraksi yang terjadi akan lebih rendah dari kuartal sebelumnya. Apalagi pemerintah sudah mengeluarkan berbagai kebijakan serta stimulus ekonomi.

    Baca berita selengkapnya di sini

    5. Merger Bank BUMN Syariah Diminta Berjalan Februari 2021

    Wakil Presiden Ma'ruf Amin meminta holdingisasi bank-bank BUMN syariah dapat berjalan pada Februari 2020. Saat ini ketiga bank, yaitu Bank Syariah Mandiri, BRI Syariah, dan BNI Syariah itu telah menandatangani kesepakatan penggabungan.

    Dia menjelaskan proses penggabungan telah dimulai dengan penandatanganan Conditional Merger Agreement (CMA). Dengan demikian diharapkan bank syariah baru itu akan beroperasi penuh pada Februari 2021.

    Ia menambahkan dengan bergabungnya ketiga bank syariah tersebut, maka aset yang dimiliki akan semakin besar. Hal ini akan mendorong pengembangan industri keuangan syariah Tanah Air.

    Baca berita selengkapnya di sini

    (SAW)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id