comscore

Ekonomi Menantang Akibat Pandemi, LPKR Tetap Cetak Pendapatan Rp8,58 Triliun

Ade Hapsari Lestarini - 02 November 2020 20:49 WIB
Ekonomi Menantang Akibat Pandemi, LPKR Tetap Cetak Pendapatan Rp8,58 Triliun
Foto: Grafis Medcom.id
Jakarta: Kinerja PT Lippo Karawaci Tbk (LPKR) tercatat stabil meski situasi ekonomi penuh tantangan akibat pandemi covid-19. LPKR membukukan pendapatan sebesar Rp8,58 triliun, lebih stabil jika dibandingkan dengan tahun lalu, dengan EBITDA naik sebanyak 40,4 persen.

CEO LPKR John Riady menyampaikan pandemi hanya turut berpengaruh terhadap bisnis inti LPKR yakni rumah sakit, mal, dan hotel.
Meski demikian, lini bisnis Real Estate Development mencatatkan pertumbuhan pendapatan sebesar 38,7 persen secara year on year (yoy) pada sembilan bulan di 2020. Hal ini seiring dengan pertumbuhan pada marketing sales dan penyelesaian proyek.

Pendapatan pada sembilan bulan 2020 menjadi Rp2,37 triliun dibandingkan sembilan bulan di 2019 sebesar Rp1,71 triliun. Sementara marketing sales naik sebanyak 100 persen yoy pada sembilan bulan 2020 menjadi Rp2,28 triliun dari Rp1,14 triliun pada sembilan bulan 2019 didorong oleh peluncuran perumahan terjangkau di level Holdco.

Pendapatan dari Real Estate Management & Services turun tipis 9,1 persen ke level Rp6,15 triliun di sembilan 2020 dari Rp6,76 triliun pada sembilan bulan di 2019, dikarenakan rumah sakit, mal dan hotel mulai memperlihatkan sedikit peningkatan setelah dilakukan pembukaan kembali.

"Sebagai perusahaan real estate terbesar di Indonesia berdasarkan total aset dan pendapatan, pendapatan Real Estate Development meningkat sebesar 38,7 persen menjadi Rp2,37 triliun dari Rp1,71 triliun karena bisnis inti properti perseroan mulai menunjukkan perbaikan," ungkap dia, dalam keterangan resminya, Senin, 2 November 2020.

John menyampaikan kasus baru covid-19 yang terus meningkat di Indonesia pada kuartal tiga 2020 menyebabkan penutupan hotel yang berkepanjangan, pengunjung mal yang lebih sedikit dari yang sebelumnya diperkirakan, serta lebih banyaknya dilakukan penanganan covid di lini bisnis rumah sakit daripada pasien bisnis inti.

"Secara konsolidasi, pendapatan LPKR secara yoy tidak mengalami perubahan. Pendapatan konsolidasi pada sembilan bulan 2020 sebesar Rp8,58 triliun dibandingkan dengan Rp8,56 triliun pada sembilan bulan di 2019," ucap John.

Selain itu LPKR membukukan laba bruto konsolidasian di sembilan bulan 2020 sebesar Rp3,32 triliun dari Rp3,29 triliun pada periode sama tahun sebelumnya  Laba bruto pada segmen Real Estate Development naik sebesar 71,2 persen yoy menjadi Rp934 miliar di sembilan bulan 2020 dari Rp545 miliar pada sama tahun lalu.

Sedangkan laba bruto lini bisnis Real Estate Management & Services (rumah sakit, mal, dan lainnya) turun sebanyak 12,3 persen yoy menjadi Rp2,32 triliun pada sembilan bulan 2020 dari Rp2,65 triliun pada periode yang sama tahun lalu.

"Pelepasan lindung nilai yang proaktif, peluncuran obligasi, retap obligasi dan divestasi First REIT membantu memperbaiki neraca keuangan. Pada paruh pertama 2020, LPKR memperkuat posisi kas dan mengubah jatuh tempo utang dengan cara refinancing obligasi perseroan yang jatuh tempo pada 2022, dan memperpanjang jatuh tempo hingga 2025," jelasnya.

Saldo kas dan setara kas pada semester I-2020 sebesar Rp4,54 triliun dibandingkan dengan Rp4,69 triliun pada akhir 2019. Perseroan meningkatkan posisi kas sebanyak Rp860 miliar dari pelepasan lindung nilai yang ada dan menggantinya dengan lindung nilai dolar AS pada Rp15 ribu ke Rp17.500. Inisiatif ini juga diikuti dengan divestasi unit First REIT yang membantu meningkatkan kas sebanyak Rp249 miliar.

Kinerja anak usaha

Sementara itu anak usaha LPKR yaitu Lippo Cikarang melaporkan pertumbuhan pendapatan yang kuat akibat suksesnya pemasaran produk hunian rumah tapak yang terjangkau, dan apartemen Orange County yang terus melanjutkan proses serah terima unit.

Pendapatan LPCK pada sembilan bulan 2020 naik sebesar 50 persen menjadi Rp1,56 triliun dari Rp1,04 triliun pada sembilan bulan di 2019. Proyek Orange Country mencatatkan pendapatan sebesar Rp837 miliar atau naik sebanyak 91 persen yoy dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp438 miliar.

Pada kuartal III-2020, pendapatan naik sebesar 34,8 persen menjadi Rp504 miliar seiring dengan kenaikan pendapatan apartemen dan proyek hunian rumah tapak yang naik sebanyak 66,1 persen dan 125,6 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Sementara anak usaha lain, Siloam Hospital, hanya turun tipis 4,1 persen yoy menjadi Rp5 triliun dari Rp5,21 triliun pada periode yang sama tahun lalu. Meski mengalami penurunan, Siloam masih berkontribusi sebanyak 80,5 persen terhadap total pendapatan recurring perusahaan di sembilan bulan 2020. Sedangkan pada periode sama tahun lalu berkontribusi sebanyak 75,2 persen.

Pada sembilan bulan 2020, Siloam mengoperasikan 39 rumah sakit di seluruh Indonesia. Dia menyampaikan Siloam telah meningkatkan kapasitas testing covid-19 secara signifikan untuk mendukung upaya Indonesia dalam menanggulangi virus. Selama sembilan bulan 2020, Siloam telah melakukan 70 ribu tes PCR dan lebih dari 700 ribu tes rapid dan serologi. Selain meningkatkan kapasitas tes, Siloam juga mendedikasikan empat rumah sakit khusus untuk penanganan covid-19.

(AHL)

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

 

 

 

Komentar

LOADING
Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id