comscore

2 Hal Ini Diprediksi Bikin Pasar Saham Berfluktuasi Beberapa Pekan ke Depan

M. Ilham Ramadhan Avisena - 06 Desember 2021 10:57 WIB
2 Hal Ini Diprediksi Bikin Pasar Saham Berfluktuasi Beberapa Pekan ke Depan
Ilustrasi. Foto: Medcom.id
Jakarta: Perubahan kebijakan bank sentral global yang dipimpin oleh bank sentral Amerika Serikat (AS) atau Federal Reserve (The Fed) menjelang pertemuan tengah bulan menjadi salah satu katalis penting yang membuat pasar saham lebih berfluktuasi beberapa pekan ke depan.

"Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berpeluang konsolidasi melemah di awal pekan sebelum menguat diakhir pekan dengan support di level 6,484 sampai 6,400 dan resistance di level 6,647 sampai 6,700," ujar Direktur PT Ekuator Swarna Investama Hans Kwee dikutip dari Media Indonesia, Senin, 6 Desember 2021.
Dia bilang, pembuat kebijakan Fed tampaknya akan mempercepat penghentian program pembelian obligasi atau tapering. Itu seiring respons mereka menanggapi pengetatan pasar tenaga kerja dan bergerak untuk membuka pintu bagi kenaikan suku bunga lebih awal dari yang diproyeksikan.

Ketua The Fed Jerome Powell juga mengatakan minggu ini bahwa bank sentral akan mempertimbangkan penghentian lebih cepat dari program pembelian obligasi yang mendorong spekulasi bahwa kenaikan suku bunga juga akan diimplementasikan.

Powell menegaskan kembali dalam kesaksian di depan Kongres Amerika, bahwa dia bersama pembuat kebijakan akan mempertimbangkan tindakan yang lebih cepat pada pertemuan 14-15 Desember.

Hans juga menilai, kepastian varian Omicron covid-19 dinilai juga sangat mempengaruhi pasar keuangan. Bila penyebaran varian Omicron cepat tetapi tidak menimbulkan sakit parah, maka pasar saham akan segera bangkit kembali.

"Investor terus mencermati perkembangan varian baru covid-19 yaitu Omicron, setelah kasus pertama di Amerika Serikat dikonfirmasi pada Rabu," kata Hans.

Sementara itu, Pemerintahan Biden bereaksi terhadap berita bahwa kasus Omicron telah dilaporkan di California dengan meminta bisnis untuk melanjutkan vaksinasi, meski mandat pemerintah itu dihentikan di pengadilan sambil menunggu peninjauan ulang.

Faktor tersebut mempengaruhi pergerakan pasar keuangan global dan bila penyebarannya menjadi cepat membuka potensi koreksi pasar saham di jangka pendek.

"Bila covid 19 varian Omicron lebih menular, orang sakit lebih parah dari varian delta dan menimbulkan rawat inap yang lebih banyak berpotensi menimbulkan koreksi pasar keuangan yang lebih kuat dan dalam. Tetapi bila sakitnya tidak parah maka pasar saham hanya koreksi terbatas," terang Hans.

Pasalnya, gejolak pasar keuangan saat ini disebabkan oleh munculnya varian baru virus covid 19 Omicron. Tetapi hal ini menawarkan investor kesempatan untuk mengambil posisi menghadapi kemungkinan tekanan turun. Omicron bisa menjadi katalis untuk menajamkan kurva imbal hasil, rotasi dari growth asset ke value, sebagai menerima manfaat dari aksi jual di covid dan penguncian, serta reli ketika pembukaan kembali.

"Aksi jual di segmen ini baru-baru ini, sebagai peluang untuk membeli saat harga turun dalam cyclicals asset, komoditas, dan sektor yang diuntungkan pembukaan kembali, serta obligasi ketika imbal hasil yang lebih tinggi," pungkas Hans.
 

(DEV)

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

 

 

Komentar

LOADING
Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id