BNI Beberkan Kronologi Pembobolan Dana Nasabah Rp45 Miliar di KC Makassar

    Husen Miftahudin - 14 September 2021 11:01 WIB
    BNI Beberkan Kronologi Pembobolan Dana Nasabah Rp45 Miliar di KC Makassar
    Ilustrasi. Foto: MI/Atet



    Jakarta: PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk atau BNI melalui kuasa hukumnya Ronny LD Janis membeberkan kronologi pembobolan dana deposito nasabah BNI Kantor Cabang (KC) Makassar sebesar Rp45 miliar bernama Andi Idris Manggabarani (berinisial IMB)

    Pembobolan tersebut diduga karena adanya pemalsuan bilyet deposito terkait dengan Andi Idris Manggabarani.

     



    "Pihak yang mengatasnamakan Saudara IMB membawa tiga buah bilyet deposito tertanggal 1 Maret 2021 dengan total senilai Rp40 miliar," ungkap Ronny dalam tanggapannya sebagai kuasa hukum BNI, Selasa, 14 September 2021.

    Berdasarkan hasil investigasi internal BNI, jelasnya, bilyet deposito tersebut diduga kuat palsu karena hanya berupa cetakan hasil scan (print scanned) di kertas biasa dan bukan blanko deposito sah yang dikeluarkan oleh BNI KC Makassar. Pada bilyet deposito Andi Idris Manggabarani, nomor serinya tidak tercetak jelas, hurufnya kabur, atau buram.

    "Bilyet deposito tersebut juga tidak tercatat dalam sistem BNI dan tidak ditandatangani oleh pejabat yang sah. Serta, tidak ditemukan adanya setoran nasabah untuk pembukaan rekening deposito tersebut," papar Ronny.

    Untuk mengungkap adanya dugaan pemalsuan bilyet deposito di KC Makassar tersebut, BNI berinisiatif untuk melaporkan peristiwa tersebut ke Bareskrim Polri pada 1 April 2021 dengan dugaan tindak pidana pemalsuan, tindak pidana perbankan, dan tindak pidana pencucian uang.

    Sampai saat ini, Bareskrim Polri telah menetapkan pegawai BNI KC Makassar, MBS, sebagai tersangka kasus dugaan pembobolan dana deposito nasabah. Bareskrim Polri juga telah menetapkan dua orang lainnya sebagai tersangka, namun identitasnya tidak dibeberkan lebih lanjut. Berkas perkara salah satu tersangka telah dilimpahkan ke Kejaksaan.

    Sehubungan dengan hal tersebut, Ronny mengharapkan semua pihak dapat menghormati dan menunggu hasil proses hukum, menahan diri untuk membuat pernyataan-pernyataan yang tidak benar atau hoaks, serta mempercayakan pengungkapan kasus kepada proses hukum yang sedang berjalan.

    "BNI mengharapkan dan menyampaikan kepada seluruh nasabah agar tetap tenang, dan kami menjamin bahwa dana nasabah tetap aman," tegas dia.

    (DEV)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id