Imbal Hasil Terpangkas, Rupiah Diyakini Bertenaga untuk Salip Dolar AS

    Antara - 15 Oktober 2021 10:40 WIB
    Imbal Hasil Terpangkas, Rupiah Diyakini Bertenaga untuk Salip Dolar AS
    Ilustrasi. FOTO: MI/SUSANTO



    Jakarta: Nilai tukar (kurs) rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) diperkirakan melanjutkan penguatan pada perdagangan di sepanjang hari ini. Hal tersebut diyakini dapat terjadi seiring terkoreksinya imbal hasil obligasi Pemerintah Amerika Serikat (AS), terutama acuan obligasi bertenor 10 tahun.

    "Nilai tukar menguat cukup dalam kemarin. Kemungkinan momentum penguatan tersebut bisa berlanjut hari ini seiring dengan terkoreksinya tingkat imbal hasil obligasi Pemerintah AS. Imbal hasil tenor 10 tahun sudah terkoreksi ke bawah 1,6 persen selama dua hari beruntun," kata Pengamat Pasar Uang Ariston Tjendra, dilansir dari Antara, Jumat, 15 Oktober 2021.

     



    Menurut Ariston, terkoreksinya imbal hasil obligasi AS mungkin karena pasar mendapatkan data inflasi produsen AS di bawah ekspektasi. Semalam data inflasi dari sisi produsen AS untuk September mengalami kenaikan 8,6 persen (yoy) tapi di bawah ekspektasi pasar 8,7 persen (yoy).

    Selain itu, lanjutnya, penguatan rupiah juga mendapatkan dukungan dari membaiknya sentimen pasar terhadap aset berisiko yang ditandai dengan penguatan indeks-indeks saham global. Pagi hari ini indeks Asia terlihat bergerak menguat. Penguatan indeks saham tersebut didukung oleh laporan pendapatan perusahaan yang membaik di masa pandemi.

    Ariston menyampaikan proyeksi kenaikan surplus perdagangan karena kenaikan harga komoditas ekspor juga mendukung penguatan rupiah. Hari ini pasar menantikan data neraca perdagangan September dengan proyeksi surplus USD3,84 miliar.

    "Namun di sisi lain, pasar masih mewaspadai sentimen tapering yang bisa membalikkan rupiah," ujar Ariston.

    Dirinya berpandangan rupiah hari ini berpotensi menguat ke kisaran Rp14.090 per USD dengan potensi resisten di kisaran Rp14.150 per USD. Pada Kamis lalu, rupiah ditutup menguat 100 poin atau 0,7 persen ke posisi Rp14.118 per USD dibandingkan dengan posisi pada penutupan perdagangan sebelumnya Rp14.218 per USD.
     

    (ABD)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id