comscore

Studi: Pandemi Ubah Cara Masyarakat Kelola Keuangan

Antara - 03 September 2021 13:17 WIB
Studi: Pandemi Ubah Cara Masyarakat Kelola Keuangan
Foto: AFP.
Jakarta: Studi Investor Global Schroders 2021 menemukan bahwa pandemi telah mengubah cara masyarakat mengelola keuangan. Ada fokus yang lebih besar pada tabungan, investasi dan kesejahteraan finansial, yang dinilai akan menjadi salah satu warisan langgeng dari pandemi.

"Pandemi telah mengubah perilaku investor secara global termasuk Indonesia. Kami melihat pandemi ini akan memberikan perubahan jangka panjang pada cara masyarakat mengelola keuangan dan investasinya," kata Presiden Direktur Schroders Indonesia Michael Tjandra Tjoajadi, dilansir Antara, Jumat, 3 September 2021.

 



Studi tahunan Schroders tersebut menyurvei lebih dari 23 ribu orang di 32 lokasi global, menemukan bahwa hampir setengah dari investor (46 persen), sekarang akan menyimpan lebih banyak setelah pembatasan sosial dicabut. Sentimen tersebut paling kuat di antara investor berusia 18-37 tahun.

Pendekatan yang lebih terukur itu juga mengalir ke pandangan atau outlook saat pensiun, dengan 58 persen pensiunan secara global sekarang lebih konservatif dalam membelanjakan tabungan atau simpanan pensiun mereka, sementara 67 persen dari mereka yang belum pensiun sekarang ingin menabung atau menyimpan lebih banyak untuk masa pensiun mereka.

Sementara itu, hampir tiga perempat (74 persen) investor secara global telah menghabiskan lebih banyak waktu untuk memikirkan kesejahteraan finansial mereka sejak pandemi terjadi, dengan investor yang menganggap dirinya berpengetahuan investasi ahli atau advanced paling banyak melakukannya.

Secara geografis, perubahan ini paling menonjol di Asia dimana investor di Thailand, India dan Indonesia berada di urutan teratas. Investor secara global sekarang lebih cenderung untuk memeriksa investasi mereka setidaknya sebulan sekali (82 persen), dibandingkan dengan 77 persen investor pada 2019.

Selama 2020, hampir sepertiga (32 persen) investor secara global menabung lebih banyak dari yang mereka rencanakan. Hal itu didorong oleh penurunan pengeluaran untuk hal-hal yang tidak penting, seperti makan di luar, bepergian, dan bersantai.

Lebih dari sepertiga (38 persen) investor di Eropa telah menabung lebih dari yang direncanakan, diikuti oleh investor di Asia (28 persen) dan Amerika (27 persen). Dari investor yang tidak dapat menabung sebanyak yang direncanakan, 45 persen orang secara global menyebutkan pengurangan gaji atau pendapatan kerja sebagai alasan utama, yang mencerminkan tantangan besar yang disebabkan oleh pandemi.

Behavioural investment insights specialist Schroders Stuart Podmore mengatakan, pandemi telah meningkatkan rasa ketidakpastian dan menantang kemampuan orang untuk memproses risiko, membuat banyak dari masyarakat merasa lebih cemas dan di luar kendali.

"Sentimen ini terlihat jelas dalam hasil survei kami, investor semakin fokus menabung, memantau iuran pensiun, dan lebih sering memeriksa investasi mereka. Terlepas dari tantangan besar yang kita semua hadapi, sangat menggembirakan untuk melihat bahwa pandemi telah bertindak sebagai katalis untuk mempromosikan fokus yang lebih kuat secara global pada perencanaan keuangan dan kesejahteraan umum," ujar Stuart.

(AHL)

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

 

 

Komentar

LOADING
Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id