BI Pertahankan Bunga Acuan, Rupiah Akhirnya Libas Dolar

    Husen Miftahudin - 22 Juli 2021 16:59 WIB
    BI Pertahankan Bunga Acuan, Rupiah Akhirnya Libas Dolar
    Ilustrasi. Foto: MI/Rommy Pujianto



    Jakarta: Direktur PT TRFX Garuda Berjangka Ibrahim Assuaibi menilai langkah Bank Indonesia (BI) yang memutuskan untuk mempertahankan suku bunga acuan BI 7 Days Reverse Repo Rate di level 3,50 persen akhirnya dapat menyelamatkan nilai tukar rupiah dari tren pelemahan dalam beberapa hari terakhir.

    Meskipun dalam keputusan Rapat Dewan Gubernur (RDG) BI tersebut, bank sentral juga merevisi ke bawah proyeksi pertumbuhan ekonomi domestik. Bank Indonesia memprakirakan pertumbuhan ekonomi pada tahun 2021 menjadi di kisaran 3,5 persen sampai 4,3 persen dari proyeksi sebelumnya pada kisaran 4,1 persen hingga 5,1 persen.

     



    "Titik tengah dari proyeksi baru itu adalah 3,9 persen, masih ada kemungkinan pertumbuhan ekonomi 2021 lebih tinggi dari titik tengah tersebut," ujar Ibrahim dalam keterangan tertulis yang diterima Medcom.id, Kamis, 22 Juli 2021.

    Dari faktor eksternal, Ibrahim mengungkapkan bahwa analis menunjuk ke kebuntuan antara Inggris dan Uni Eropa. Perdana Menteri Boris Johnson mengatakan pemerintahnya akan menguraikan pendekatannya pada Protokol Irlandia Utara ke parlemen Inggris. Kasus covid-19 di Inggris juga melonjak.

    Selain itu, Sekretaris Bisnis Inggris Kwasi Kwarteng mengatakan Uni Eropa tidak fleksibel dalam menegosiasikan kembali bagian Irlandia Utara dari kesepakatan perceraian Brexit dan memperingatkan Brussels bahwa itu bukan kesepakatan yang akan bertahan selamanya.

    Menurutnya, investor saat ini tengah menunggu keputusan kebijakan Bank Sentral Eropa (ECB) di kemudian hari, di mana bank sentral secara luas diperkirakan akan mempertahankan sikap dovish dan menerapkan perubahan dalam strateginya untuk pertama kalinya

    "ECB secara luas diperkirakan akan tetap dovish, jadi ini dapat menyebabkan euro melemah terhadap dolar yang menyebabkan greenback naik, yang akan negatif untuk emas. Untuk saat ini, momentum jangka pendek emas tampaknya condong ke bawah," papar dia.

    Sementara itu, benchmark imbal hasil Treasury AS 10-tahun melanjutkan kenaikannya dari posisi terendah lima bulan setelah lelang obligasi 20-tahun yang lemah.

    Adapun mengutip data Bloomberg pada penutupan perdagangan hari ini, nilai tukar rupiah terhadap USD menguat ke level Rp14.482 per USD. Mata uang Garuda tersebut menguat hingga 60 poin atau setara 0,41 persen dari posisi Rp14.542 per USD pada penutupan perdagangan di hari sebelumnya.

    Sementara menukil data Yahoo Finance, rupiah juga berada di zona hijau pada posisi Rp14.480 per USD. Rupiah menguat sebanyak 70 poin atau setara 0,48 persen dari Rp14.465 per USD di penutupan perdagangan hari sebelumnya.

    Sedangkan berdasar pada data kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dolar Rate (Jisdor), rupiah diperdagangkan di level Rp14.508 per USD atau menguat 46 poin dari nilai tukar rupiah pada perdagangan hari sebelumnya sebesar Rp14.554 per USD.

    "Untuk perdagangan besok, mata uang rupiah kemungkinan dibuka berfluktuatif namun ditutup menguat di rentang Rp14.460 per USD hingga Rp14.510 per USD," tutup Ibrahim.

    (DEV)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id