Restrukturisasi Kredit di Bank Mandiri Turun Jadi Rp90 Triliun

    Husen Miftahudin - 28 Oktober 2021 19:29 WIB
    Restrukturisasi Kredit di Bank Mandiri Turun Jadi Rp90 Triliun
    Bank Mandiri. Foto: MI/Adam Dwi



    Jakarta: PT Bank Mandiri (Persero) Tbk melaporkan nilai restrukturisasi kredit terdampak pandemi covid-19 (bank only) di Bank Mandiri per 30 September 2021 sebesar Rp90,1 triliun. Angka ini mengalami penurunan jika dibandingkan periode akhir 2020 yang sebesar Rp93,3 triliun.

    "Restrukturisasi kredit terdampak covid-19 terus menunjukan tren yang melandai seiring dengan percepatan pemulihan ekonomi," ucap Direktur Utama Bank Mandiri Darmawan Junaidi dalam paparan kinerja Bank Mandiri kuartal III-2021 secara virtual, Kamis, 28 Oktober 2021.

     



    Darmawan mengungkapkan bahwa penurunan restrukturisasi dan pencapaian kinerja positif perseroan menunjukkan geliat pertumbuhan ekonomi mulai terjadi seiring dengan penurunan kasus infeksi covid-19 di Tanah Air.

    "Kami tentunya secara berkala akan memantau kondisi perekonomian, termasuk menggali potensi-potensi bisnis untuk menunjang pertumbuhan kinerja yang berkelanjutan," tegas dia.

    Adapun hingga akhir kuartal III-2021 Bank Mandiri mampu mencatat perolehan laba bersih sebesar Rp19,23 triliun, tumbuh 37,1 persen year on year (yoy). Pertumbuhan laba bersih tersebut ditopang oleh optimalisasi fungsi intermediasi perseroan yang selaras dengan pertumbuhan ekonomi yang terus membaik.

    Sementara itu, laju kredit perseroan secara konsolidasi mampu tumbuh positif sebesar 16,93 persen (yoy) menjadi Rp1.021,6 triliun yang juga diimbangi dengan CASA Ratio Bank Mandiri (bank only) yang meningkat sebesar 7,15 persen (yoy), yakni di level 74,57 persen.

    "Segmen wholesale masih menjadi salah satu motor penggerak pertumbuhan kredit dengan peningkatan mencapai 7,93 persen (yoy) yakni menjadi sebesar Rp533 triliun yang utamanya didorong oleh kinerja commercial banking dan corporate banking," paparnya.

    Lebih lanjut, sampai dengan September 2021, kredit UMKM Bank Mandiri turut mencatat peningkatan signifikan sebesar 20,3 persen (yoy) menembus Rp100,1 triliun. Pertumbuhan pada sisi kredit UMKM juga didukung oleh upaya pemerintah dan regulator lewat optimalisasi penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) dimana realisasi penyaluran KUR Bank Mandiri dalam sembilan bulan pertama 2021 telah mencapai Rp28,46 triliun kepada lebih dari 291 ribu debitur.

    Selaras dengan arahan pemerintah, penyaluran KUR tersebut utamanya disalurkan ke sektor produktif seperti pertanian, perburuan, dan perikanan sebesar Rp8,69 triliun serta industri pengolahan dan pertambangan senilai Rp2,3 triliun.

    Darmawan menjelaskan bahwa pertumbuhan ini diimbangi dengan perbaikan dari sisi kualitas kredit. Per 30 September 2021, posisi non performing loan (NPL) gross secara konsolidasi berhasil turun 37 basis poin (yoy) ke level 2,96 persen.

    Meski NPL relatif menurun, perseroan tetap terus melakukan peningkatan rasio pencadangan atau coverage ratio sebesar 2.486 bps secara tahunan menjadi 230,01 persen.

    "Untuk mengantisipasi potensi penurunan kualitas kredit, kami terus menjaga pembentukan pencadangan untuk memastikan relevansi kualitas kredit dengan kondisi eksisting. Per September 2021, Bank Mandiri telah membukukan biaya CKPN secara konsolidasi sebesar Rp16,4 triliun dengan rasio NPL coverage berada di level yang memadai," pungkas Darmawan.

    (DEV)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id