comscore

ASPI Harap BI Fast Beri Kontribusi Signifikan bagi Pemulihan Ekonomi Nasional

Husen Miftahudin - 21 Desember 2021 15:05 WIB
ASPI Harap BI Fast Beri Kontribusi Signifikan bagi Pemulihan Ekonomi Nasional
Pemulihan ekonomi nasional. Foto ; AFP.
Jakarta: Ketua Umum Asosiasi Sistem Pembayaran Indonesia (ASPI) Santoso Liem berharap peluncuran BI Fast Payment dapat memberikan kontribusi yang signifikan bagi akselerasi pemulihan ekonomi nasional akibat dampak pandemi covid-19.

"Besar harapan kami supaya BI Fast fase pertama ini akan memberikan kontribusi signifikan terhadap akselerasi pemulihan ekonomi secara Cemumuah, cepat, mudah, murah, aman, dan andal," ujar Santoso dalam peluncuran BI Fast secara virtual, Selasa, 21 Desember 2021.
Santoso menambahkan infrastruktur sistem pembayaran BI Fast yang dirancang Bank Indonesia (BI) ini juga diharapkan dapat menjadi bekal bagi pengembangan fase strategis selanjutnya terhadap sistem pembayaran nasional.

Menurutnya, peluncuran BI Fast pada hari ini merupakan tonggak sejarah, karena merupakan modernisasi Sistem Kliring Nasional (SKN) dan Real Time Gross Settlement (RTGS) yang beroperasi secara real time dan 24/7 alias setiap saat.

"Kita tentunya sebagai industri menyambut gembira infrastruktur modern BI Fast yang diselenggarakan oleh BI secara berkesinambungan memperkuat inovasi, efisiensi, resiliensi, infrastruktur sistem pembayaran nasional sejajar dengan negara maju lainnya," tuturnya.

Bank Indonesia resmi meluncurkan BI Fast pada hari ini. BI Fast merupakan infrastruktur sistem pembayaran ritel yang dapat memfasilitasi pembayaran ritel menggunakan berbagai instrumen secara real time dan 24/7 atau setiap saat.

Dengan peluncuran BI Fast ini, maka biaya transfer antarbank maksimal hanya Rp2.500 per transaksi. Tarif ini jauh lebih murah bila dibandingkan dengan biaya transfer yang diberlakukan sebelumnya, yakni Rp6.500 per sekali transaksi.

Pada fase pertama ini, terdapat 22 bank sebagai calon peserta, yakni Bank Tabungan Negara, Bank DBS Indonesia, Bank Permata, Bank Mandiri, Bank Danamon Indonesia, Bank CIMB Niaga, Bank Central Asia, Bank HSBC Indonesia, Bank UOB Indonesia, Bank Mega.

Kemudian Bank Negara Indonesia, Bank Syariah Indonesia, Bank Rakyat Indonesia, Bank OCBC NISP, Bank Tabungan Negara Unit Usaha Syariah (UUS), Bank Permata UUS, Bank CIMB Niaga UUS, Bank Danamon Indonesia UUS, Bank BCA Syariah, Bank Sinarmas, Bank Citibank NA, serta Bank Woori Saudara Indonesia.

Kemudian pada minggu keempat Januari 2022, akan bertambah 21 bank dan satu Unit Usaha Syariah (UUS) yang akan bergabung memanfaatkan BI Fast ini.

"Kami mengharapkan seluruh pelaku industri sistem pembayarn akan bergabung dan memanfaatkan BI Fast ini untuk mampu melayani kebutuhan masyarakat lebih baik untuk NKRI secara bertahap, tergantung kesiapan masing-masing peserta," pinta Gubernur BI Perry Warjiyo.

(SAW)

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

 

 

 

Komentar

LOADING
Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id