Efek Biden, Investasi Emas Sangat Menjanjikan

    Daviq Umar Al Faruq - 12 November 2020 19:56 WIB
    Efek Biden, Investasi Emas Sangat Menjanjikan
    Pimpinan Cabang BPF Malang. Foto: Medcom.id/Daviq Umar.
    Malang: Sejak menjelang pemilihan presiden (pilpres) Amerika Serikat (AS), pergerakan harga emas melonjak. Sehingga mendorong banyak investor menempatkan dana investasinya di emas.

    Hal ini terlihat dari pertumbuhan nasabah baru di PT Bestprofit Futures (BPF) Malang yang meningkat 53,57 persen menjadi 215 nasabah dengan mayoritas transaksi di iocogold.

    "Portofolio emas sangat menjanjikan, bahkan setelah kemenangan Joe Biden atas Donald Trump sekarang. Biden effect memberikan pengaruh positif bagi emas untuk berada di level USD1.953 per troy ons sampai dengan USD1.964 per troy ons hingga akhir 2020. Kenaikan harga emas dunia juga dipicu oleh anjloknya dolar AS," jelas Pimpinan Cabang BPF Malang, Andri, Kamis, 12 November 2020.

    Di sisi lain, meski sempat mengalami penurunan karena berita vaksin dari Pfizer Inc, namun posisi tersebut diyakini akan berbalik arah. Pasar emas global masih akan bergerak dengan volatilitas yang tinggi, seperti sebelum ditetapkannya Joe Biden sebagai Presiden AS secara resmi.

    "Namun demikian, para investor diharapkan lebih berhati-hati meski tren harga emas sedang mengalami penurunan hingga akhir 2020, namun arah bisa saja berubah," terangnya.

    Andri menambahkan, emas dan indeks Hang Seng bisa menjadi pilihan yang tepat terkait dengan pilihan investasi yang direkomendasikan untuk para investor. Sebab peluang penguatan pada dua produk derivatif tersebut cukup besar pada saat momen festival Diwali, window dressing, menjelang akhir 2020, dan Imlek 2021.

    "Dampak kemenangan Joe Biden juga terjadi pada indeks Hang Seng, terjadi kenaikan sebesar 3,62 persen. Indeks Hang Seng diprediksi akan berada di level 26.500-26.100. Sedangkan indeks dolar mengalami penurunan yang cukup tajam -0,81 persen," bebernya.

    Menurutnya, BPF Malang mencatat kenaikan total volume transaksi sebesar 98,82 persen menjadi 82.362 lot hingga akhir Oktober 2020.

    Transaksi bilateral atau Sistem Perdagangan Alternatif tetap mendominasi dengan volume transaksi sebanyak 71.712 lot. Sementara untuk volume transaksi multilateral hanya mencapai 10.750 lot.

    Dia menambahkan, secara nasional pada Oktober 2020, BPF berhasil menduduki peringkat pertama untuk kategori Transaksi Bilateral dalam daftar 10 Pialang Teraktif yang dirilis secara bulanan oleh PT Bursa Berjangka Jakarta (Jakarta Futures Exchange) dan PT Kliring Berjangka Indonesia (Persero).

    "Dengan prestasi ini BPF didaulat sebagai pialang terbaik dan terpercaya, dengan pelayanan yang memuaskan," katanya.

    Adapun pengelolaan bisnis investasi berjangka dengan tata kelola perusahaan yang baik menjadi kunci BPF dalam mempertahankan prestasi tersebut. BPF yang berdiri sejak 2004, dan telah memiliki 10 kantor cabang yang kini tersebar di Jakarta (dua kantor), Malang, Bandung, Surabaya, Banjarmasin, Pontianak, Jambi, Medan, dan Pekanbaru.

    (AHL)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id