Rupiah Pekan Ini Pamer Kekuatan terhadap Dolar AS

    Angga Bratadharma - 24 Oktober 2020 11:31 WIB
    Rupiah Pekan Ini Pamer Kekuatan terhadap Dolar AS
    Ilustrasi. FOTO: MI/ROMMY PUJIANTO
    Jakarta: Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) pada perdagangan pekan ini terpantau bergerak di jalur hijau. Disahkannya Undang-Undang (UU) Cipta Kerja dan mulai dijalankan oleh pemerintah membuat 'otot' rupiah menguat dan sukses menghantam mata uang Paman Sam.

    Mengutip data Bloomberg, Sabtu, 23 Oktober 2020, nilai tukar rupiah pada awal pekan atau tepatnya Senin, 19 Oktober, berada di posisi Rp14.708 per USD. Lalu pada Selasa, 20 Oktober, menguat ke level Rp14.658 per USD. Kemudian pada Rabu, 21 Oktober, kembali menanjak ke posisi Rp14.633 per USD.

    Sedangkan pada Kamis, 22 Oktober, mata uang Garuda melemah ke posisi Rp14.660 per USD. Lalu pada akhir pekan atau tepatnya Jumat, 23 Oktober, nilai tukar rupiah bergerak stabil di posisi Rp14.660 per USD. Penguatan rupiah juga sejalan dengan hadirnya katalis negatif yang menerpa mata uang Paman Sam sehingga sulit untuk menguat.

    Sementara itu, kurs dolar Amerika Serikat melemah pada akhir perdagangan Jumat waktu setempat (Sabtu WIB), karena pelaku pasar terus memantau perkembangan mengenai stimulus tambahan virus korona AS. Indeks dolar, yang mengukur greenback terhadap enam mata uang utama lainnya, turun 0,19 persen menjadi 92,7741.

    Pada akhir perdagangan New York, euro naik menjadi USD1,1857 dari USD1,1817 pada sesi sebelumnya, dan pound Inggris turun menjadi USD1,3034 dari USD1,3077 pada sesi sebelumnya. Dolar Australia naik menjadi USD0,7134 dari USD0,7112.

    Sedangkan dolar AS dibeli 104,73 yen Jepang, lebih rendah dibandingkan dengan 104,87 yen Jepang pada sesi sebelumnya. Dolar AS turun menjadi 0,9044 franc Swiss dibandingkan dengan 0,9072 franc Swiss, dan naik menjadi 1,3144 dolar Kanada dibandingkan dengan 1,3142 dolar Kanada.

    Para investor masih menunggu petunjuk lebih lanjut tentang paket bantuan covid-19 AS yang baru. Presiden AS Donald Trump dan mantan Wakil Presiden Joe Biden pada Kamis malam menyalahkan partai masing-masing karena gagal mencapai kesepakatan bantuan covid-19, ketika keduanya berhadapan dalam debat Presiden terakhir sebelum Hari Pemilihan.

    "Jika kesepakatan (paket bantuan covid-19 yang baru) memiliki peluang untuk disahkan sebelum pemilihan, kemungkinan itu akan perlu dilakukan pada akhir minggu sehingga dapat dipilih oleh Senat," kata Analis Zacks Investment Research Kevin Matras.

    (ABD)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id