Meski Tumbuh Rp77,3 Triliun, Kredit Perbankan Masih Minus 3,77% di Maret

    Husen Miftahudin - 29 April 2021 10:49 WIB
    Meski Tumbuh Rp77,3 Triliun, Kredit Perbankan Masih Minus 3,77% di Maret
    Ilustrasi penyaluran kredit perbankan - - Foto: dok AFP



    Jakarta: Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat kredit perbankan pada Maret 2021 tumbuh sebesar Rp77,3 triliun (mtm). Pertumbuhan kredit ini merupakan yang tertinggi dalam 11 bulan terakhir.

    "Secara sektoral, kredit sektor pengolahan dan sektor perdagangan meningkat signifikan masing-masing Rp22,02 triliun (mtm) dan Rp16,40 triliun (mtm). Dana Pihak Ketiga (DPK) tumbuh sebesar 2,38 persen (mtm) atau 9,49 persen (yoy)," tulis siaran pers hasil Rapat Dewan Komisioner Bulanan (RDKB), Kamis, 29 April 2021.

    Namun demikian, secara tahun ke tahun (yoy) kredit perbankan pada Maret 2021 masih terkontraksi sebesar minus 3,77 persen. Angka negatif ini lebih dalam dibandingkan posisi pertumbuhan kredit pada Februari 2021 yang terkontraksi sebesar minus 2,15 persen (yoy).






    Sementara itu, laju suku bunga kredit terus mengalami penurunan. Hal ini diharapkan bisa meningkatkan permintaan kredit dari sektor usaha.  Adapun suku bunga kredit sektor konsumsi turun dari 10,95 persen (Desember 2020) menjadi 10,90 pada Maret 2021.

    "Pada posisi yang sama, kredit modal kerja turun dari 9,27 persen menjadi 9,12 persen. Kredit investasi turun dari 8,83 persen menjadi 8,73 persen," urai OJK.

    Sejalan dengan hal tersebut, pasar keuangan global termasuk Indonesia mengalami penguatan di April 2021. Hingga 23 April 2021, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) tercatat menguat sebesar 0,5 persen (mtd) ke level 6.016,86.

    "Pasar SBN (Surat Berharga Negara) juga terpantau menguat dengan rerata yield SBN turun sebesar 20,2 bps di seluruh tenor," tutur OJK.

    Lalu, industri asuransi tercatat menghimpun premi asuransi pada Maret 2021 sebesar Rp25,4 triliun (Asuransi Jiwa: Rp16,3 triliun; Asuransi Umum dan  Reasuransi: Rp9,1 triliun). Untuk Fintech Peer to Peer Lending pada Maret 2021 mencatatkan outstanding pembiayaan sebesar Rp19,04 triliun atau tumbuh sebesar 28,7 persen (yoy).

    "Namun piutang perusahaan pembiayaan pada Maret 2021 masih terkontraksi sebesar 19,6 persen (yoy)," ungkap OJK.

    Sementara itu, hingga 27 April 2021 jumlah penawaran umum yang dilakukan emiten di pasar modal mencapai 45, dengan total nilai penghimpunan dana mencapai Rp47,07 triliun. Dari jumlah penawaran umum tersebut, 12 di antaranya dilakukan oleh emiten baru.

    "Dalam pipeline saat ini terdapat 74 emiten yang akan melakukan penawaran umum dengan total indikasi penawaran sebesar Rp63,82 triliun," tutup OJK.

    (Des)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id