Pembukaan Pasar: Rupiah Menguat ke Rp14.050/USD

    Angga Bratadharma - 19 Februari 2021 09:45 WIB
    Pembukaan Pasar: Rupiah Menguat ke Rp14.050/USD
    Ilustrasi. FOTO: MI/SUSANTO



    Jakarta: Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) pada perdagangan Jumat pagi terlihat menguat ketimbang hari sebelumnya yang berada di posisi Rp14.025 per USD. Mata uang Garuda sukses mengambil panggung kemenangan usai mata uang Paman Sam mendapat katalis negatif berupa suramnya rilis data perekonomian.

    Mengutip Bloomberg, Jumat, 19 Februari 2021, nilai tukar rupiah pada perdagangan pagi dibuka menguat ke level Rp14.050 per USD. Pagi ini nilai tukar rupiah bergerak di kisaran Rp14.050 hingga Rp14.052 per USD. Sedangkan menurut Yahoo Finance, nilai tukar rupiah berada di posisi Rp13.864 per USD.




    Sementara itu, dolar Amerika Serikat melemah terhadap sekeranjang mata uang utama lainnya pada akhir perdagangan Kamis waktu setempat (Jumat WIB). USD mengakhiri kenaikan dua hari beruntun saat harapan pemulihan ekonomi yang cepat dari krisis kesehatan global diredam oleh data pasar tenaga kerja yang mengecewakan.

    "Sulit untuk merujuk apa yang menarik dolar lebih rendah hari ini. Tapi sejak awal tahun ini, sekitar putaran kedua Georgia (pemilihan senatorial), kinerja ekuitas AS relatif telah berkorelasi positif dengan dolar," kata Analis Mata Uang Senior TD Securities Mazen Issa.

    Bitcoin mundur dari rekor tertinggi USD52.640 yang dicapai dalam semalam. Mata uang kripto telah melonjak sekitar 79 persen sepanjang tahun ini karena minat institusional mendapatkan momentum, mendorong beberapa analis untuk memperingatkan bahwa reli bisa tidak berkelanjutan.

    Ethereum, mata uang kripto terbesar kedua dalam hal volume dan kapitalisasi pasar, mencapai rekor tertinggi USD1.939, melonjak hampir 1.400 persen sepanjang tahun ini.

    Minggu lalu, Chicago Mercantile Exchange meluncurkan ether berjangka, mata uang digital atau token yang memfasilitasi transaksi di blockchain ethereum. Ether berjangka terakhir naik 4,00 persen pada USD1.925,30.

    "Untuk saat ini, ini adalah perdagangan spekulatif, tapi pasti ada tempat untuk itu dalam perekonomian besok. Ini tidak akan hilang tetapi ada banyak spekulasi yang terjadi, dan aspek FOMO (Fear Of Missing Out), adalah komponen utama," tambah Issa.

    Kenaikan tak terduga dalam klaim pengangguran mingguan mengurangi antusiasme atas data positif minggu ini, sehari setelah risalah dari pertemuan kebijakan moneter terbaru Federal Reserve (Fed) AS menunjukkan bank sentral bertekad untuk terus mendukung pemulihan ekonomi.

    (ABD)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id