2021, Adira Finance Jaga NPF Tetap di Bawah 2,5%

    Angga Bratadharma - 23 Februari 2021 08:23 WIB
    2021, Adira Finance Jaga NPF Tetap di Bawah 2,5%
    Direktur Utama Adira Finance Hafid Hadeli. FOTO: Medcom.id/Angga Bratadharma
    Jakarta: PT Adira Dinamika Multifinance Tbk (ADMF) atau Adira Finance siap menjaga tingkat kredit bermasalah atau Non Performing Finance (NPF) pada 2021 secara ketat mengingat ketidakpastian masih menghantui Tanah Air. Adira Finance terus cermat menjalankan bisnis mengingat pandemi covid-19 belum berakhir.

    Presiden Direktur Adira Finance Hafid Hadeli mengatakan Adira Finance melakukan beberapa inisiatif dalam merespons tantangan di 2020. Langkah itu seperti memastikan kegiatan operasional berjalan secara baik dengan penerapan Bisnis Continuity Plan (BCP), dan memberikan restrukturisasi kredit bagi nasabah yang terkena pandemi covid-19.

    Kemudian, lanjut Hafid, mengelola kualitas aset guna menjaga NPF dalam batasan internal, lebih selektif dalam mendistribusikan pembiayaan baru, dan menjaga likuiditas untuk memenuhi kewajiban keuangan perusahaan dan kebutuhan bisnis.

    "Melalui kegiatan pendanaan dan mengintensifkan pembayaran angsuran nasabah," kata Hafid, dalam konferensi pers virtual tentang Media Update Kinerja Keuangan Adira Finance 2020, Senin, 22 Februari 2021.

    Untuk tahun ini, Hafid mengaku, Adira Finance menjaga agar NPF tidak melonjak tajam seiring masih adanya risiko besar akibat pandemi covid-19. Hafid menegaskan pihaknya siap menjaga NPF berada di bawah 2,5 persen di sepanjang 2021. Pada 2020, NPF Adira Finance tercatat 1,9 persen atau lebih rendah ketimbang industri pembiayaan sekitar 4,0 persen.

    Lebih lanjut, Hafid mengaku memiliki dua jurus untuk menjaga gerak NPF. Pertama, underwriting yaitu waktu memberikan pembiayaan maka akan dilakukan secara cermat dan jeli melihat konsumen mana yang baik, dalam artian mampu mengembalikan kewajibannya. Kedua, monitoring terhadap kemampuan membayar konsumen.

    "Jadi diingatkan. Kalau orang berutang kan suka lupa maka kita selalu mengingatkan agar melakukan pembayaran. Dua hal itu yang penting untuk menjaga NPF kami," tuturnya.

    Sedangkan pada tahun ini, Hafid menargetkan penyaluran pembiayaan bisa tumbuh sekitar 20 hingga 24 persen. Pertumbuhan tersebut akan merata di seluruh segmen. "Pertumbuhan (penyaluran pembiayaan) baik dari mobil baru maupun bekas kurang lebih tidak jauh berbeda kenaikannya," pungkasnya.

    (ABD)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id