OJK Siap Bersinergi Sempurnakan Ketentuan Pinjaman Likuiditas Bank

    Husen Miftahudin - 09 Oktober 2020 17:19 WIB
    OJK Siap Bersinergi Sempurnakan Ketentuan Pinjaman Likuiditas Bank
    Ilustrasi OJK - - Foto: dok MI
    Jakarta: Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyatakan kesiapannya untuk bersinergi dengan Bank Indonesia (BI) menyempurnakan ketentuan pinjaman likuiditas bank. Aturan ini baru saja diubah bank sentral demi penyempurnaan ketentuan pinjaman likuiditas jangka pendek.

    Penyempurnaan ketentuan Pinjaman Likuiditas Jangka Pendek bagi Bank Umum Konvensional (PLJP) dilakukan melalui Peraturan Bank Indonesia (PBI) Nomor 22/15/PBI/2020 tentang Pinjaman Likuiditas Jangka Pendek (PLJP) bagi Bank Umum Konvensional.

    Bank Indonesia juga mengubah ketentuan Pinjaman Likuiditas Jangka Pendek bagi Bank Umum Syariah (PLJPS) melalui PBI Nomor  22/16/PBI/2020 tentang tentang PLJPS bagi Bank Umum Syariah. Kedua ketentuan ini berlaku efektif sejak 29 September 2020.

    Deputi Komisioner Hubungan Masyarakat dan Logistik OJK Anto Prabowo menegaskan kesiapan pihaknya dalam melakukan penyempurnaan Surat Keputusan Bersama (SKB) dengan Bank Indonesia, dan merencanakan bersama untuk melakukan simulasi.


    "Hal ini dilakukan agar ketika aturan tersebut dimanfaatkan tidak mengalami hambatan," ungkap Anto dalam keterangannya yang dikutip Medcom.id dari akun instagram resmi @ojkindonesia, Jumat, 9 Oktober 2020.

    Menurutnya, penyempurnaan ketentuan mengenai PLJP/PLJPS ini dilakukan sebagai upaya memperkuat stabilitas sistem keuangan di tengah tingginya tekanan terhadap perekonomian nasional dan stabilitas sistem keuangan sebagai dampak dari pandemi covid-19.

    Sebelumnya, Kepala Departemen Komunikasi Bank Indonesia Onny Widjanarko menjelaskan bahwa penyempurnaan ketentuan mengenai PLJP/PLJPS merupakan upaya Bank Indonesia dalam rangka memperkuat fungsi lender of the last resort dengan mempercepat proses pemberian PLJP/PLJPS, dengan tetap menjaga prinsip kehati-hatian dan tata kelola yang baik.

    Adapun pokok-pokok penyempurnaan ketentuan ini terkait dengan penyesuaian suku bunga PLJP menjadi Lending Facility (LF) ditambah 100 bps sesuai dengan best practice. Sementara itu Nisbah Bagi Hasil PLJPS tetap sebesar 80 persen.

    Kemudian perluasan/penambahan agunan PLJP/PLJPS. Ketentuan ini berlaku bagi aset kredit/pembiayaan tidak lagi harus sepenuhnya dijamin oleh tanah dan bangunan dan/atau tanah, aset kredit/pembiayaan kepada pegawai, aset kredit/pembiayaan yang direstrukturisasi dalam rangka stimulus covid-19, serta agunan lain milik bank dan/atau pihak lainnya.

    Selanjutnya terkait dengan percepatan proses permohonan PLJP/PLJPS dengan mengharuskan bank melakukan penilaian dan verifikasi terhadap agunan yang akan digunakan dalam permohonan PLJP/PLJPS.


    Onny menegaskan dalam proses pemberian PLJP/PLJPS, Bank Indonesia memperkuat koordinasi dengan otoritas terkait baik sebelum maupun setelah pengajuan PLJP/PLJPS. "Hal ini untuk memastikan proses pemberian PLJP/PLJPS dapat dilakukan dengan cepat dan tetap menjaga prinsip kehati-hatian serta tata kelola yang baik," tutup Onny. 

    (Des)


    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id