comscore

Lagi Ramai, Apa itu Unit Link?

Angga Bratadharma - 05 Februari 2022 13:29 WIB
Lagi Ramai, Apa itu <i>Unit Link</i>?
Ilustrasi. FOTO: Medcom.id
Jakarta: Unit link atau Produk Asuransi Yang Dikaitkan dengan Investasi (PAYDI) kini tengah ramai diperbincangkan, mengingat ada beberapa perusahaan asuransi besar yang sedang bersengketa dengan nasabahnya terkait masalah asuransi unit link yang dibeli lewat para agen.

Bahkan, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) pun melarang perbankan menjual unit link dari perusahaan asuransi yang masih belum menyelesaikan sengketa dengan nasabahnya. Hal ini dalam rangka menegakkan perlindungan bagi konsumen di sektor jasa keuangan.
OJK juga sudah memanggil ketiga direktur utama perusahaan asuransi yakni AXA Mandiri, AIA, dan Prudential. Otoritas meminta ketiga direktur utama perusahaan asuransi tersebut untuk segera menyelesaikan penyelesaian secara individual per nasabah.

Apa itu unit link?

Dikutip dari laman instagram terverifikasi @ojkindonesia, Sabtu, 5 Februari 2022, unit link atau PAYDI merupakan salah satu produk asuransi. Namun berbeda dengan produk asuransi tradisional, unit link menawarkan layanan fitur tambahan untuk memudahkan konsumen yang ingin mendapatkan proteksi tetapi juga bisa berinvestasi.

OJK menegaskan, unit link bukan merupakan produk tabungan. Selain untuk keperluan proteksi, sebagian premi yang dibayarkan oleh konsumen akan dialokasikan untuk pengembangan dana atau investasi.

"Sebagaimana investasi, terdapat risiko penurunan nilai investasi pada unit link yang harus dipahami oleh calon konsumen. Misalnya, di saat harga saham atau pasar uang turun, nilai investasi unit link juga akan terkena dampaknya. Ini sesuai prinsip investasi high risk-high return," jelas OJK.

Jenis-jenis unit link

Berdasarkan penempatan dana investasinya, unit link dibagi atas empat jenis, yaitu:

Cash Fund Unit Link atau Unit Link Pasar Uang
Pada jenis unit link seperti ini, seluruh porsi investasi ditempatkan di instrumen pasar uang seperti deposito berjangka, Sertifikat Bank Indonesia (SBI), dan surat utang jangka pendek. Penempatan dana ini memiliki risiko yang rendah namun juga imbal hasil yang terbatas. Unit link jenis ini cocok untuk konsumen pemula yang cenderung tidak berani mengambil risiko (konservatif).

Fixed Income Unit Link atau Unit Link Pendapatan Tetap
Untuk unit link jenis ini, komposisi dana investasi nasabah ditempatkan minimal 80 persen di instrumen obligasi atau surat utang. Sementara sisanya ditempatkan di instrumen pasar uang. Adapun risiko investasi pada unit link jenis ini lebih tinggi dari unit link pasar uang dengan peluang imbal hasil yang lebih tinggi. Unit link ini cocok bagi konsumen yang ingin mendapatkan imbal hasil yang relatif stabil dan mampu menerima risiko sedang (moderat).

Managed Unit Link atau Unit Link Pendapatan Campuran
Porsi investasi ditempatkan pada instrumen saham, obligasi, dan pasar uang dengan komposisi tertentu. Risiko dan potensi imbal hasil dari unit link ini lebih besar dari unit link pendapatan tetap, namun lebih kecil daripada unit link saham. Unit link ini sesuai untuk para konsumen yang ingin memperoleh pendapatan yang memadai sekaligus peluang pertumbuhan investasi jangka panjang.

Equity Unit Link atau Unit Link Dana Saham
Pada jenis ini, dana nasabah ditempatkan pada saham minimal 80 persen. Unit link saham menawarkan imbal hasil yang paling besar namun dengan risiko yang paling besar pula mengingat nilai investasi yang diinvestasikan sangat bergantung pada pergerakan indeks saham.

"Unit link jenis ini sesuai untuk investasi jangka panjang dan untuk calon konsumen yang memiliki pemahaman investasi yang baik serta berani mengambil risiko atau agresif," tutup OJK.

(ABD)

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

 

 

 

Komentar

LOADING
Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id