comscore

Mantap! Rupiah Lagi-lagi Gilas Dolar di Tengah Rencana Kenaikan Suku Bunga The Fed

Husen Miftahudin - 25 Mei 2022 16:34 WIB
Mantap! Rupiah Lagi-lagi Gilas Dolar di Tengah Rencana Kenaikan Suku Bunga The Fed
Ilustrasi. Foto: dok MI/Ramdani.
Jakarta: Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) kembali mengalami penguatan pada perdagangan hari ini. Penguatan mata uang Garuda tersebut didorong oleh rencana kenaikan suku bunga Federal Reserve.
 
"Kemungkinan Federal Reserve menempatkan misi kenaikan suku bunganya di akhir tahun ini semakin cepat. Selain itu, Presiden Bank Sentral Eropa Christine Lagarde berkomentar soal suku bunga zona euro kemungkinan akan berada di wilayah positif pada akhir kuartal ketiga menjadi katalis positif," ungkap analis pasar uang Ibrahim Assuaibi dalam analisis hariannya, Rabu, 25 Mei 2022.
 
Adapun imbal hasil Treasury 10-tahun AS naik tipis menjadi 2,7631 persen setelah turun ke level terendah selama hampir satu bulan di 2,718 persen. Anggota Fed termasuk Ketua Jerome Powell baru-baru ini menggelar karpet merah untuk dua kenaikan suku bunga 50 basis poin pada dua pertemuan berikutnya yang akan memberi bank sentral ruang bernapas untuk menilai kembali ancaman inflasi yang semakin mengakar.
 
"Investor mengawasi prospek kebijakan moneter dengan kekhawatiran potensi resesi yang disebabkan oleh pengetatan kebijakan moneter. Risalah dari pertemuan Fed terakhir akan dirilis hari ini, investor mengharapkan lebih banyak petunjuk tentang apakah pengetatan akan berlanjut," tutur Ibrahim.
 
Dari faktor domestik, euforia Bank Indonesia mempertahankan suku bunganya di level 3,50 persen dan inflasi yang tinggi, membuat arus modal asing  kembali masuk ke pasar dalam negeri. Kencangnya aliran dana tersebut membuat mata uang kembali perkasa.
 
"Namun euforia ini hanya bersifat sementara karena pelaku pasar saat ini condong ke bank sentral AS yang akan kembali menaikan suku bunga acuan sebesar 50 basis poin," urainya.
 
Selain itu, pasar juga memantau perkembangan Program Pengungkapan Sukarela (PPS) atau Tax Amnesty tahap II sampai 20 Mei 2022. Jumlah Pajak Peghasilan (PPh) yang terkumpul sebanyak Rp9,25 triliun, sedangkan jumlah harta bersih yang diungkap sebesar Rp91,6 triliun.
 
Pengungkapan harta bersih wajib pajak (WP) senilai Rp91,6 triliun terdiri dari deklarasi harta dalam negeri dan repatriasi sebesar Rp79,21 triliun, kemudian deklarasi harta luar negeri sebesar Rp6,99 triliun, dan investasi dalam bentuk surat berharga negara (SBN) sebesar Rp5,4 triliun.
 
"Sedangkan  penempatan dalam bentuk Surat Berharga Negara (SBN) baik rupiah maupun dolar, serta dalam bentuk Surat Berharga Syariah Negara (SBSN)," jelas Ibrahim.
 
Mengutip data Bloomberg pada penutupan perdagangan hari ini, nilai tukar rupiah terhadap USD menguat ke level Rp14.617 per USD. Mata uang Garuda tersebut menguat sebanyak 43 poin atau setara 0,30 persen dari posisi Rp14.661 per USD pada penutupan perdagangan hari sebelumnya.
 
Data Yahoo Finance juga menunjukkan bahwa rupiah berada di zona hijau pada posisi Rp14.635 per USD. Rupiah menguat 15 poin atau setara 0,10 persen dari Rp14.650 per USD di penutupan perdagangan hari sebelumnya.
 
Sedangkan berdasar pada data kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dolar Rate (Jisdor), rupiah berada di level Rp14.645 per USD atau naik delapan poin dari perdagangan di hari sebelumnya sebesar Rp14.653 per USD.
 
"Untuk perdagangan besok, mata uang rupiah kemungkinan dibuka berfluktuatif namun ditutup melemah di rentang Rp14.600 per USD sampai Rp14.650 per USD," tutup Ibrahim.

(HUS)

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

 

 

 

Komentar

LOADING
Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id