Turun 37%, Maybank Indonesia Catat Laba Bersih Rp510 Miliar di Semester I

    Antara - 02 Agustus 2021 07:43 WIB
    Turun 37%, Maybank Indonesia Catat Laba Bersih Rp510 Miliar di Semester I
    Presiden Direktur Maybank Indonesia Taswin Zakaria. FOTO: MI/BARY FATHAHILAH



    Jakarta: PT Bank Maybank Indonesia Tbk meraup laba bersih Rp510 miliar pada semester I-2021 atau turun 37 persen dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya Rp810 miliar. Penurunan laba tersebut disebabkan oleh dampak pandemi covid-19 yang berkelanjutan sejak kuartal pertama 2020.

    "Kondisi pandemi saat ini cukup memprihatinkan, di mana data pemerintah menunjukkan terjadi peningkatan kasus positif covid-19 di akhir kuartal kedua 2021. Hal ini telah berdampak pada sejumlah aktivitas masyarakat dan bisnis, termasuk sektor keuangan," ujar Presiden Direktur Maybank Indonesia Taswin Zakaria, dilansir dari Antara, Senin, 2 Agustus 2021.

     



    Meski demikian, ia menilai kebijakan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) dan akselerasi program vaksinasi oleh pemerintah, dapat menumbuhkan kepercayaan pasar terkait pemulihan ekonomi secara bertahap.

    Perseroan pun akan tetap disiplin dalam mengelola pertumbuhan bisnis bank dan senantiasa menerapkan manajemen risiko yang konservatif di tengah kondisi yang menantang saat ini.

    "Kami akan terus berinovasi dalam menyediakan berbagai produk dan solusi keuangan yang relevan bagi nasabah di tengah pandemi yang sejalan dengan misi, humanising financial services. Dengan permodalan yang kuat dan likuiditas yang memadai, kami siap menyambut peluang pertumbuhan, seiring dengan pemulihan ekonomi," kata Taswin.

    Presiden Komisaris Maybank Indonesia Datuk Abdul Farid Alias mengatakan, pihaknya melihat dampak pandemi covid-19 masih terus berlanjut. Namun, ia tetap optimistis bahwa kondisi yang menantang dan tidak pasti saat ini dapat diatasi pada waktunya.

    "Kami yakin dengan menerapkan prinsip kehati-hatian terkait pengelolaan aset dan likuiditas, didukung manajemen risiko yang kuat, bank dapat mengatasi tantangan saat ini. Kami percaya terhadap prospek pertumbuhan ekonomi di Indonesia dan senantiasa aktif dalam menyediakan layanan perbankan yang lebih baik kepada nasabah," ujar Abdul.

    Net Interest Income (NII) atau pendapatan bunga bersih turun 12,1 persen menjadi Rp3,5 triliun seiring dengan penurunan penyaluran kredit dan imbal hasil kredit. Hal itu sejalan dengan penurunan suku bunga acuan Bank Indonesia dan dampak proses restrukturisasi kredit yang sedang berlangsung bagi nasabah yang terdampak pandemi.

    Net Interest Margin (NIM), atau marjin bunga bersih turun 54 basis poin menjadi 4,47 persen pada Juni 2021, dibandingkan 5,01 persen pada periode yang sama tahun lalu. Namun, NIM meningkat 12 basis poin dibandingkan kuartal pertama 2021 yang tercatat sebesar 4,35 persen, didukung oleh biaya bunga yang membaik.

    Pendapatan jasa atau fee based income perseroan turun 19,6 persen menjadi Rp952 miliar di semester pertama 2021, akibat menurunnya pendapatan fee dari transaksi pasar global, namun fee terkait bancassurance bertumbuh 79 persen menjadi Rp106 miliar.

    Secara kuartalan, pendapatan fee tumbuh 10 persen menjadi Rp498 miliar pada kuartal kedua 2021 dari Rp453 miliar pada kuartal pertama 2021. Turunnya pendapatan bunga kredit dan pendapatan jasa akibat pandemi yang masih berlangsung dapat diimbangi oleh berbagai upaya bank, di antaranya menekan biaya provisi, biaya kredit dan biaya overhead.

    (ABD)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id