comscore

Bantu Perencanaan Keuangan Nasabah Kartu Kredit, CIMB Niaga Optimalkan Layanan Digital

Angga Bratadharma - 13 Agustus 2021 08:21 WIB
Bantu Perencanaan Keuangan Nasabah Kartu Kredit, CIMB Niaga Optimalkan Layanan Digital
Ilustrasi. FOTO: CIMB Niaga
Jakarta: PT Bank CIMB Niaga Tbk (CIMB Niaga) terus mengoptimalkan aplikasi digital banking yang dimiliki untuk meningkatkan customer experience, termasuk bagi nasabah kartu kredit. CIMB Niaga berupaya agar nasabah dapat memanfaatkan layanan digital untuk mengelola transaksi keuangan dengan baik di tengah pandemi covid-19.

Head of Digital Banking, Branchless and Partnership CIMB Niaga Bambang Karsono Adi mengatakan melalui layanan digital transaksi yang telah dilakukan menggunakan kartu kredit atau sumber dananya dari kartu kredit dapat diubah menjadi cicilan nol persen dengan tenor tiga atau enam bulan tanpa biaya administrasi lagi.
Dengan demikian, lanjutnya, nasabah dapat mengatur pengeluaran bulanan secara lebih terencana sesuai dengan kondisi keuangannya. Kesempatan tersebut berlaku bagi nasabah yang bertransaksi di toko fisik maupun daring menggunakan metode Scan QRIS OCTO Mobile dengan sumber dana dari kartu kredit atau transaksi dengan kartu kredit.

"Pada situasi saat ini, kami mendorong nasabah agar tetap bijak dalam berbelanja sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan. Untuk lebih menghemat, nasabah dapat memanfaatkan program dan promo yang diberikan oleh CIMB Niaga maupun merchant," kata Bambang, dalam keterangan tertulisnya, Jumat, 13 Agustus 2021.

Sementara itu, PT Bank CIMB Niaga Tbk (BNGA) atau CIMB Niaga melaporkan perolehan laba bersih konsolidasi (unaudited) sebesar Rp2,1 triliun pada semester pertama 2021 dan menghasilkan earnings per share Rp85,54. Kondisi itu dapat ditorehkan di tengah ketidakpastian akibat pandemi covid-19 yang belum berakhir.
 
Selain itu, Presiden Direktur CIMB Niaga Tigor M Siahaan mengatakan, CIMB Niaga membukukan pertumbuhan Return On Equity (ROE) menjadi 11,2 persen seiring peningkatan laba bersih sebesar 22,2 persen secara tahun ke tahun (yoy) menjadi Rp2,1 triliun. Pertumbuhan yang baik pada laba bersih didorong oleh peningkatan pendapatan operasional 8,7 persen yoy.
 
"Sementara biaya operasional secara umum flat, sehingga cost to income ratio turun menjadi 45,1 persen. Adapun biaya pencadangan naik sebesar 5,1 persen," pungkas Tigor.

(ABD)

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

 

 

Komentar

LOADING
Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id