comscore

Simak! Ini 22 Bank Pertama yang Terapkan Biaya Transfer Rp2.500

Husen Miftahudin - 29 Oktober 2021 11:36 WIB
Simak! Ini 22 Bank Pertama yang Terapkan Biaya Transfer Rp2.500
Ilustrasi. FOTO: Medcom.id
Jakarta: Bank Indonesia (BI) akan meluncurkan BI-Fast sebagai pengganti Sistem Kliring Nasional Bank Indonesia (SKNBI) pada pekan kedua Desember 2021. Pada tahap awal, BI-Fast difokuskan untuk layanan transfer kredit individual, yakni perintah pemindahan dana dari satu nasabah pengirim ke satu nasabah penerima (one to one).

Dalam hal ini, BI menetapkan skema harga BI-Fast dari Bank Indonesia ke peserta sebesar Rp19 per transaksi. Sementara biaya transfer dari peserta ke nasabah ditetapkan maksimal Rp2.500 per transaksi. Artinya, biaya transfer antarbank yang dibebankan kepada nasabah nantinya bakal jadi Rp2.500. Saat ini sendiri, biaya transfer antarbank sebesar Rp6.500 per transaksi.
Gubernur BI Perry Warjiyo mengatakan, pada tahap pertama di pekan kedua Desember 2021, bank sentral menetapkan 22 bank yang akan menerapkan biaya transfer antarbank sebesar Rp2.500. Kemudian pada tahap kedua yakni di pekan keempat Januari, 2022 terdapat 22 bank lagi yang akan menerapkan sistem serupa.

"Mulai minggu kedua Desember dan setiap enam minggu akan ada tambahan-tambahan peserta. Bank Indonesia sangat mengharapkan semakin cepat semakin baik, karena ini sangat bermanfaat bagi ekonomi, negeri, masyarakat, dan termasuk inklusi ekonomi dan keuangan," ujar Perry, dikutip Jumat, 29 Oktober 2021.

Berdasarkan penilaian terhadap kriteria kepesertaan, komitmen, dan kesiapan calon peserta, BI menetapkan 22 bank sebagai calon peserta tahap pertama (Desember 2021), yakni:
  1. Bank Tabungan Negara.
  2. Bank DBS Indonesia.
  3. Bank Permata.
  4. Bank Mandiri.
  5. Bank Danamon Indonesia.
  6. Bank CIMB Niaga.
  7. Bank Central Asia.
  8. Bank HSBC Indonesia.
  9. Bank UOB Indonesia.
  10. Bank Mega.
  11. Bank Negara Indonesia.
  12. Bank Syariah Indonesia.
  13. Bank Rakyat Indonesia.
  14. Bank OCBC NISP.
  15. Bank Tabungan Negara Unit Usaha Syariah (UUS).
  16. Bank Permata UUS.
  17. Bank CIMB Niaga UUS.
  18. Bank Danamon Indonesia UUS.
  19. BCA Syariah.
  20. Bank Sinarmas.
  21. Bank Citibank NA.
  22. Bank Woori Saudara Indonesia.

Bank Indonesia juga telah melakukan penilaian terhadap progres kesiapan dan komitmen calon peserta yang akan onboard pada tahap kedua yang direncanakan akan dilaksanakan pada pekan keempat Januari 2022.

Berdasarkan penilaian tersebut, terdapat 22 calon peserta tahap kedua:
  1. Bank Sahabat Sampoerna.
  2. Bank Harda International.
  3. Bank Maspion.
  4. Bank KEB Hana Indonesia.
  5. Bank Rakyat Indonesia Agroniaga.
  6. Bank Ina Perdana.
  7. Bank Mandiri Taspen.
  8. Bank Nationalnobu.
  9. Bank Jatim UUS.
  10. Bank Mestika Dharma.
  11. Bank Jatim.
  12. Bank Multiarta Sentosa.
  13. Bank Ganesha.
  14. Bank OCBC NISP UUS.
  15. Bank Digital BCA.
  16. Bank Sinarmas UUS.
  17. Bank Jateng UUS.
  18. Standard Chartered Bank.
  19. Bank Jateng.
  20. Bank Pembangunan Daerah (BPD) Bali.
  21. Bank Papua.
  22. Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI).

"Setelah minggu kedua Januari tentu saja ada peserta-peserta lain yang bisa lebih cepat untuk mempersiapkan. Tentu saja pada waktunya akan kami sampaikan," pungkas Perry.
 

(ABD)

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

 

 

 

Komentar

LOADING
Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id