Fokus OJK Genjot Digitalisasi Ekonomi dan Keuangan

    Husen Miftahudin - 05 April 2021 11:49 WIB
    Fokus OJK Genjot Digitalisasi Ekonomi dan Keuangan
    OJK. Foto : MI.



    Jakarta: Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mendukung penuh langkah Bank Indonesia (BI) yang meluncurkan Tim Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (P2DD). Inisiatif bank sentral ini perlu dukungan yang kuat dari berbagai pemangku kepentingan, termasuk OJK dan pemerintah.

    Ketua Dewan Komisioner OJK Wimboh Santoso mengatakan Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah akan didukung penuh oleh inisiatif OJK seperti Roadmap Inovasi Keuangan Digital dan Rencana Aksi 2020-2024.






    "Ini adalah bentuk dukungan yang kami lakukan, di situ ada beberapa poin yang sudah kami tuangkan. Tentu kami yakin bahwa ini (inisiatif-inisiatif) tidak bisa berdiri secara sendiri-sendiri," ungkap Wimboh dalam pembukaan Festival Ekonomi dan Keuangan Digital Indonesia (FEKDI) 2021 secara virtual, Senin, 5 April 2021.

    Terdapat beberapa fokus OJK dalam menyusun Roadmap Inovasi Keuangan Digital dan Rencana Aksi 2020-2024. Pertama, menjaga stabilitas sektor keuangan di tengah pesatnya perkembangan digitalisasi ekonomi dan keuangan.

    "Kita harus mengarahkan agar sektor keuangan kita itu tetap stabil. Karena kalau tidak, itu distorsinya akan besar sekali. Untuk itu kami sangat concern bagaimana perkembangan-perkembangan produk digital, baik di keuangan maupun non keuangan. Ini agar masyarakat mendapatkan perlindungan akan kebutuhannya dan masy mendapat benefit paling banyak dalam menerapkan produk digital ini," tuturnya.

    Kedua, OJK juga memperhatikan perkembangan keuangan digital agar dapat memberi kontribusi dan memberdayakan masyarakat dan para pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM). Dalam hal ini, OJK menjaga digitalisasi sesuai dengan koridor agar stabilitas sistem keuangan tetap terjaga.

    Ketiga, OJK ingin agar ekonomi dan keuangan digital dapat terjangkau oleh masyarakat secara luas termasuk di daerah terpencil. Produk keuangan harus inklusif dan bisa didapatkan siapa saja.

    "Dengan digital ini akan di-serve dengan berbagai produk keuangan yang ada, sehingga ini akan bermanfaat bagi kita untuk meningkatkan inklusi keuangan kita ke depan. Ini merupakan bagian dari program inklusi keuangan Indonesia," sebut Wimboh.

    Keempat, tegasnya, digitalisasi ekonomi dan keuangan harus berada dalam koridor environment standard. Termasuk memenuhi unsur Environmental, Social, and Governance (ESG).

    "Ini menjadi sangat penting karena seluruh dunia sudah concern bagaimana memenuhi ESG. Semua prinsip-prinsip ini akan bisa kita lakukan kalau kita ada infrastruktur yang lengkap. Komitmen Pak Menkominfo dan Ibu Menkeu serta BI dalam koordinasi Menko Perekonomian mendukung ini semua dengan melakukan kolaborasi," pungkas Wimboh.


    (SAW)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id