'Terinfeksi' Korona, Rupiah Pagi Melemah ke Rp14.940/USD

    Angga Bratadharma - 17 Maret 2020 08:34 WIB
    'Terinfeksi' Korona, Rupiah Pagi Melemah ke Rp14.940/USD
    Ilustrasi. FOTO: MI/SUSANTO
    Jakarta: Gerak nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) pada perdagangan Selasa pagi terpental ke zona merah dibandingkan dengan perdagangan sore di hari sebelumnya di posisi Rp14.932 per USD. Mata uang Garuda secara perlahan terus terdorong ke level Rp15 ribu per USD seiring mewabahnya virus korona.

    Mengutip Bloomberg, Selasa, 17 Maret 2020, nilai tukar rupiah pada perdagangan pagi dibuka tertekan ke Rp14.940 per USD. Pagi ini nilai tukar rupiah bergerak di kisaran Rp14.940 hingga Rp14.977 per USD. Sedangkan menurut Yahoo Finance, nilai tukar rupiah berada di posisi Rp14.774 per USD.

    Di sisi lain, kurs dolar AS jatuh terhadap mata uang utama dunia lainnya pada akhir perdagangan Senin waktu setempat (Selasa WIB), ketika investor yang khawatir tentang penyebaran wabah virus korona meninggalkan aset-aset berisiko. Bahkan setelah Federal Reserve AS menurunkan suku bunganya mendekati nol dan meluncurkan putaran baru pelonggaran kuantitatif.

    Indeks dolar, yang mengukur greenback terhadap enam mata uang utama lainnya, turun 0,70 persen menjadi 98,0821 pada akhir perdagangan. Pada akhir perdagangan New York, euro naik menjadi USD1,1168 dari USD1,1066 pada sesi sebelumnya, dan pound Inggris turun menjadi USD1,2234 dari USD1,2305 pada sesi sebelumnya.

    Dolar Australia jatuh ke USD0,6126 dibandingkan dengan USD0,6141. Dolar AS dibeli 106,15 yen Jepang, lebih rendah dibandingkan dengan 108,15 yen Jepang pada sesi sebelumnya. Dolar AS turun menjadi 0,9470 franc Swiss dibandingkan dengan 0,9554 franc Swiss, dan naik menjadi 1,3980 dolar Kanada dibandingkan dengan 1,3926 dolar Kanada.

    Dalam pengumuman yang mengejutkan, Federal Reserve AS pada Minggu 16 Maret memangkas suku bunga acuannya sebesar 100 basis poin menjadi mendekati nol dan berjanji untuk meningkatkan kepemilikan obligasi setidaknya USD700 miliar di tengah meningkatnya kekhawatiran atas wabah covid-19.

    Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC), komite pembuat kebijakan Fed, memutuskan untuk menurunkan kisaran target suku bunga dana federal menjadi 0-0,25 persen. Pemotongan 100 basis poin datang hanya kurang dari dua minggu setelah langkah antarpertemuan sebelumnya, yang memangkas suku bunga acuan sebesar 50 basis poin, gagal menenangkan kegelisahan pasar.

    "Yang dibutuhkan adalah dukungan lebih langsung ke industri yang terkena langsung oleh virus. Itu hanya dapat disediakan oleh kebijakan fiskal, dan pemerintah belum menunjukkan reaksi cepat yang sama dengan yang dimiliki bank sentral," kata Kepala Penelitian Investasi BDSwiss Group Marshall Gittler.

    Para pemimpin negara-negara kaya Kelompok Tujuh (G7) mengatakan mereka berkomitmen untuk melakukan apapun yang diperlukan untuk memerangi pandemi virus korona dan untuk bekerja sama lebih dekat untuk melindungi kesehatan masyarakat, pekerjaan dan pertumbuhan.



    (ABD)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id