OJK: Akses Verifikasi Data Penduduk Penting Demi Pendalaman Pasar Keuangan

    Husen Miftahudin - 03 September 2020 18:38 WIB
    OJK: Akses Verifikasi Data Penduduk Penting Demi Pendalaman Pasar Keuangan
    Ilustrasi OJK - - Foto: dok MI
    Jakarta: Akses data kependudukan merupakan kunci utama (key factor) verifikasi seluruh aktivitas layanan publik, termasuk di sektor keuangan dan pasar modal. Hal ini menjadi inti pesan dalam pertemuan antara Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Ditjen Dukcapil, PT Bursa Efek Indonesia (BEI), serta PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI).
     
    Lebih jauh Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal OJK Hoesen mengungkapkan akses verifikasi data kependudukan yang dikelola Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Ditjen Dukcapil) Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) berperan penting dalam pengembangan pasar modal serta pendalaman pasar keuangan.
     
    "Utamanya terkait dengan pengembangan basis investor domestik ritel di Indonesia, yang dapat memberikan resiliensi pasar modal Indonesia dalam hal investor asing melakukan penjualan saham dalam jumlah yang cukup besar," ujar Hoesen dalam keterangan tertulis yang diterima Medcom.id, Kamis, 3 September 2020.

    Hoesen bilang kegiatan pasar modal memberikan kontribusi positif sebagai sumber pembiayaan utama jangka panjang untuk proyek-proyek strategis pemerintah. Dalam Strategi Nasional Pengembangan dan Pendalaman Pasar Keuangan 2018-2024, pasar keuangan berperan strategis sebagai sumber pendanaan kegiatan ekonomi.

    "Selain itu, pasar keuangan juga berperan strategis dalam kegiatan media transmisi kebijakan moneter dan kebijakan fiskal, hingga stabilitas sistem keuangan," tegasnya.

    Sementara itu, Dirjen Dukcapil Zudan Arif Fakrulloh menegaskan bahwa data Dukcapil seperti nomor induk kependudukan dalam KTP-el dapat menjadi sumber data utama untuk keperluan verifikasi data nasabah.

    "Data Dukcapil memberikan efisiensi nyata dalam proses transaksi keuangan. Tentu saja para pemangku kepentingan di pasar modal harus tetap berpegang kepada prinsip perlindungan data pribadi," tutur Zudan.

    Dalam kesempatan ini Direktur Utama KSEI Uriep Budhi Prasetyo mengapresiasi dukungan Ditjen Dukcapil Kemendagri terkait pembukaan rekening efek investor pasar modal yang semakin efisien.

    "Ini berkat dukungan data Dukcapil kami memanfaatkan teknologi digital untuk pembenahan data investor pasar modal untuk keperluan pengawasan yang terintegrasi," ucap Uriep.

    Ke depan, Self Regulatory Organization (SRO) pasar modal yang terdiri dari BEI, KSEI, dan PT Kliring Penjaminan Efek Indonesia (KPEI) diharapkan dapat berperan lebih aktif terkait pemanfaatan data kependudukan sehingga memberikan kemudahan bagi investor pasar modal untuk berinvestasi, serta memperdalam pengetahuan terkait industri keuangan.

    (Des)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id