Kejagung Diminta Tuntaskan Skandal Jiwasraya

    Medcom - 23 Oktober 2020 18:00 WIB
    Kejagung Diminta Tuntaskan Skandal Jiwasraya
    Ilustrasi. Foto: MI/Ramdani
    Jakarta: Agung ST Burhanuddin diminta segera memerintahkan Jampidsus untuk melakukan penyelidikan dan penyidikan jual beli saham dalam kasus orupsi PT Asuransi Jiwasraya (Persero). Kasus itu diduga melibatkan banyak pihak.
     
    Pengamat Politik, Hukum dan Keamanan Dewinta Pringgodani  mengaakan, hal itu penting agar kasus yang merugikan negara itu terang benderang.
     
    “Jaksa Agung jangan ragu menangani kasus ini. Mau Bakrie Grup atau siapapun harus diperiksa. Enggak perlu ada yang ditunda-tunda,” kata Dewinta, Jumat, 23 Oktpber 2020.
     
    Menurut Dewinta, upaya membongkar kasus Jiwasraya menjadi taruhan kredibilitas Jaksa Agung. Jika penanganan kasus ini kurang optimal, kata Dewinta, maka tuduhan publik akan mengarah ke Jaksa Agung.
     
    "Jaksa Agung harus segera menginstruksikan anak buahnya untuk membongkar kasus ini secara terang benderang. Kejagung jangan main-main dengan kasus ini," ujar Dewinta.
     
    Dewinta menambahkan, penegakan hukum kasus Asuransi Jiwasraya ini sangat penting guna memberi pesan kepada investor bahwa iklim investasi di Indonesia kondusif.
     
    Sebelumnya, terdakwa kasus korupsi PT Asuransi Jiwasraya Benny Tjokrosaputro kembali menyebut Grup Bakrie saat membacakan pleidoinya. Dia mengatakan telah menunjukkan data-data di persidangan.
     
    Direktur Utama PT Hanson International Tbk itu menyebut posisinya dengan Group Bakrie mirip. Bedanya, Hanson melakukan pinjaman ke Jiwasraya melalui skema Repo pada akhir 2015 dan dilunasi satu tahun kemudian.
     
    "Sedangkan Group Bakrie melakukan Repo Agreement sebelum tahun 2008 dengan nilai triliunan rupiah dan sampai saat ini masih berada di portofolio Jiwasraya bahkan Repo kembali dilakukan Jiwasraya hingga saat ini tidak ditebus. Saya mohon Yang Mulia menilai perkara ini secara lebih obyektif dan independen," kata Benny, dalam isi pledoinya.
     
    Benny merasa dakwaan dan tuntutan kepada dirinya merupakan konspirasi untuk menjeratnya sebagai pelaku tindak pidana korupsi di Jiwasraya.
     
    “Dengan perkataan lain, saya adalah korban konspirasi dari pihak-pihak tertentu yang justru seharusnya bertanggung jawab,” kata dia.
     
    Jaksa Penuntut Umum menuntut Benny dihukum seumur hidup dalam kasus Jiwasraya. Jaksa juga menuntut Benny membayar denda Rp5 miliar subsider satu tahun kurungan, serta hukuman tambahan uang pengganti senilai Rp6 triliun lebih.
     
    Jaksa meyakini Benny bersama Heru Hidayat dan tiga mantan pejabat Jiwasraya melakukan korupsi yang merugikan negara Rp16 triliun.

    (FZN)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id