Bank Syariah Indonesia Kumpulkan Rp3,26 Miliar Dana Ziswaf via BSI Mobile

    Husen Miftahudin - 30 April 2021 07:21 WIB
    Bank Syariah Indonesia Kumpulkan Rp3,26 Miliar Dana Ziswaf via BSI <i>Mobile</i>
    Foto: Grafis Medcom.id



    Jakarta: PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) ikut mengambil peranan dalam mengoptimalisasi pengumpulan serta penyaluran zakat, infak, sedekah, dan wakaf (ziswaf). Dukungan diberikan karena selama ini potensi besar ziswaf di Indonesia belum dimanfaatkan secara maksimal.

    Berdasarkan data Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) per 2020 lalu, total dana ziswaf yang terkumpul diperkirakan mencapai Rp12,5 triliun, tumbuh dari jumlah per 2019 yang ada di posisi Rp10,6 triliun. Tahun ini, jumlahnya diestimasi bisa naik hingga Rp19,77 triliun.

     



    Meski pengumpulannya terus meningkat setiap tahun, namun jumlah ziswaf yang terakumulasi itu belum optimal lantaran potensinya yang mencapai Rp327,6 triliun.

    Direktur Utama BSI Hery Gunardi mengatakan potensi ziswaf yang ada di Indonesia diperkirakan lebih dari Rp300 triliun. Apabila bisa dimobilisasi dengan baik, maka potensi ziswaf dapat menjadi salah satu sumber dana pembiayaan umat sekaligus untuk pembangunan, baik dari sisi menyalurkan beasiswa pendidikan, membangun community development, dana CSR, serta lainnya.

    "Potensi yang luar biasa besar ini harus bisa digarap. Sebagai bagian dari ekosistem zakat, BSI memainkan peran penting dalam pengelolaan ziswaf yang reliable dan transparan. BSI akan berkolaborasi dengan Baznas untuk mengumpulkan zakat dan menyebarkannya," ujar Hery dalam keterangan tertulisnya, Jumat, 30 April 2021.

    Dengan kerja sama BSI dan Baznas, diharapkan dapat mempercepat pertumbuhan pengumpulan dan penyaluran ziswaf nasional. Melalui kerja sama dengan organisasi pengelola zakat, pemerintah, dan sejumlah asosiasi, BSI memposisikan diri sebagai mitra transaksi dan pemberdayaan masyarakat yang bisa diandalkan untuk pengumpulan ziswaf.

    BSI dapat menjadi pilihan masyarakat untuk menyalurkan ziswaf secara instan melalui layanan pada platform BSI mobile. Per Maret lalu, ada sekitar Rp3,26 miliar dana ziswaf yang terkumpul melalui aplikasi BSI mobile. Jumlah sumbangan ini berasal dari 99 ribu donatur yang total transaksinya mencapai 303 ribu pada periode tersebut.

    Selain itu, BSI juga saat ini telah bekerja sama dengan Baznas untuk pengembangan pengelolaan ziswaf. Kerja sama yang telah berjalan sejauh ini adalah penggunaan kartu Co-Brand Tap Cash IB Hasanah, pembinaan manajemen mitra penghimpunan Baznas, dan terciptanya kemudahan akses informasi data zakat antara kedua institusi.

    "Ke depannya BSI berencana memperkuat  kerja sama dengan memberi layanan counter untuk Baznas di seluruh daerah, kolaborasi pengadaan fitur smart donation dan promosi lainnya, kerja sama dalam publikasi dan literasi layanan ziswaf," tutur Hery.

    Pada kesempatan yang sama, Ketua Baznas Noor Achmad menegaskan tingkat literasi zakat di Indonesia masih tergolong menengah rendah. Hal ini yang menyebabkan belum optimalnya realisasi ziswaf selama ini.

    Selain itu, sebutnya, masyarakat juga masih banyak yang terbiasa mengumpulkan ziswaf melalui pihak lain non-lembaga pengumpul resmi. Jumlah ziswaf yang dikumpulkan di luar lembaga resmi tersebut diestimasi mencapai Rp61,3 triliun.

    Untuk memperbaiki kondisi tersebut, saat ini Baznas tengah gencar melakukan kampanye Gerakan Cinta Zakat yang telah diluncurkan oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi). Kampanye ini dibuat untuk mendorong pengumpulan ziswaf dan memastikan penyalurannya tepat sasaran bagi mereka yang membutuhkan.

    Dia bilang, pengumpulan ziswaf saat ini masih jauh dari harapan dari potensi yang sebenarnya. Adapun realisasi pengumpulan ZISWAF pada tahun lalu mencapai lebih dari Rp12 triliun, diperoleh dari Baznas RI, Baznas provinsi dan kabupaten/kota se-Indonesia, serta Lembaga Amil Zakat (LAZ) seluruh Indonesia.

    "Kami masih menghadapi problem pengelolaan, ini yang kita tata terlebih dulu yakni melalui penguatan kelembagaan. Persoalan lainnya masih adanya kesan bahwa manakala zakat ini dilaksanakan dengan masif, ada kekhawatiran apakah ini merupakan syariah-isasi negara. Sama sekali tidak ada hubungannya," pungkas Noor Achmad.

    (AHL)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id