comscore

OJK: 173.234 Warga Sultra Terdaftar Berutang di Pinjaman Daring

Antara - 04 Juli 2022 07:27 WIB
OJK: 173.234 Warga Sultra Terdaftar Berutang di Pinjaman Daring
Ilustrasi. FOTO: MI/ROMMY PUJIANTO
Kendari: Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Sulawesi Tenggara (Sultra) mencatat akumulasi rekening pinjaman warga di provinsi tersebut yang terdaftar berutang atau melakukan kredit di pinjaman daring ada sebanyak 173.234.

Kepala Bagian Pengawasan Lembaga Jasa Keuangan OJK Sultra Maulana Yusuf mengatakan jumlah masyarakat Sultra yang meminjam melalui pinjaman daring (borrower) mengalami tren peningkatan sejak Januari hingga April 2022.
"Di Sultra ini yang melakukan pinjaman daring dibandingkan dengan tahun lalu posisi April 2022 meningkat, per April 2022 sebanyak 173.234 orang atau naik 53,66 persen dibandingkan dengan periode yang sama 2021 lalu," katanya, dilansir dari Antara, Senin, 4 Juli 2022.

Dia menyampaikan, jumlah pemberi pinjaman (lender) sebanyak 2.288 entitas bertambah 522 atau naik 29,56 persen dibandingkan dengan April tahun lalu sebanyak 1.766 entitas. Sementara dari sisi jumlah transaksi juga menunjukkan peningkatan yang cukup signifikan.

Hal itu terdiri dari transaksi lender sebanyak 15.988 atau naik 41,8 persen dan transaksi borrower 901.972 orang atau meningkat 81,76 persen dengan besaran atau outstanding pinjaman sebesar Rp122 miliar.
Baca: Kementerian Investasi Siap Gelar Pertemuan Kedua TIIWG G20 Surakarta

Dia merinci pada Januari 2022, akumulasi rekening pinjaman daring warga Sultra sebanyak 156.643, lalu pada Februari 2022 meningkat menjadi 161.752, dan kembali naik pada Maret 2022 yang tercatat 167.550 hingga April sebanyak 173.234.

Dengan melihat peningkatan yang cukup signifikan ini, pihaknya meminta seluruh masyarakat di Sulawesi Tenggara agar lebih hati-hati dan waspada terhadap pinjaman daring ilegal.

OJK menyebut ciri-ciri pinjaman daring yang tidak terdaftar atau berizin di antaranya meminta akses data pribadi seperti kontak, foto, video, lokasi dan sejumlah data pribadi lainnya yang digunakan untuk meneror peminjam yang jika bermasalah pembayarannya.

Ciri-ciri lain dari pinjaman daring yang ilegal yakni tidak terdaftar, suku bunga pinjaman sangat tinggi 1-4 persen per hari bahkan bisa mencapai 40 persen dari total pinjaman, kantor atau tempat pusat pengaduan tidak ada, jangka waktu tidak sesuai dengan kesepakatan awal, hingga penagihan yang semena-mena.

OJK menyampaikan, selama April 2022 Satgas Waspada Investasi kembali menemukan tujuh entitas yang melakukan penawaran investasi tanpa izin dan 100 pinjaman daring ilegal. "Sampai saat ini walaupun meningkat, belum ada masyarakat Sultra yang komplain, artinya masyarakat sekarang sudah semakin pintar melakukan pinjaman kepada pinjol legal," pungkasnya.

(ABD)

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

 

 

 

Komentar

LOADING
Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id