comscore

BTN Siap Salurkan Kredit Modal Kerja dan Investasi Senilai Rp2 Triliun

Ade Hapsari Lestarini - 25 April 2022 16:32 WIB
BTN Siap Salurkan Kredit Modal Kerja dan Investasi Senilai Rp2 Triliun
BTN bersinergi dengan BPJS Kesehatan dalam meningkatkan kualitas pelayanan bagi Peserta Jaminan Kesehatan Nasional pada FKTP melalui skema Supply Infrasructure Financing (SIF). Foto: dok BTN
Jakarta: PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) bersinergi dengan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Kesehatan (BPJS Kesehatan) dalam meningkatkan kualitas pelayanan bagi Peserta Jaminan Kesehatan Nasional pada Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) melalui skema Supply Infrasructure Financing (SIF). Adapun FKTP atau klinik yang saat ini bekerja sama dengan BPJS Kesehatan mencapai 23.219 FKTP.

Direktur Utama BTN Haru Koesmahargyo mengatakan, dalam kerja sama dengan BPJS Kesehatan, perseroan akan mendukung peningkatan kualitas pelayanan FKTP yang bekerja sama dengan BPJS Kesehatan. Salah satunya dengan memberikan kredit modal kerja (KMK) dan kredit investasi kepada FKTP melalui skema SIF.
"FKTP yang menjadi target pembiayaan BTN adalah fasilitas kesehatan yang melakukan pelayanan kesehatan perorangan yang bersifat nonspesialistik untuk keperluan observasi, promotif, preventif, diagnosis, perawatan, pengobatan, dan/atau pelayanan kesehatan lainnya," ujar Haru, Senin, 25 April 2022.

Menurut Haru, dari jumlah 23.219 FKTP yang saat ini bekerja sama dengan BPJS Kesehatan, BTN menargetkan bisa menyalurkan KMK dan kredit investasi kepada sekitar 10 ribu FKTP senilai Rp2 triliun. Dengan bantuan KMK dan kredit investasi ini diharapkan klinik atau FKTP ini bisa melayani peserta jaminan kesehatan lebih baik lagi.

"Potensi bisnisnya memang sangat besar terutama untuk penyaluran KMK dan kredit investasi. Nantinya FKTP yang memenuhi persyaratan akan mendapatkan KMK atau kredit investasi dari BTN," katanya.

Haru mengungkapkan, selain pemanfaatan produk pembiayaan bagi fasilitas kesehatan, ruang lingkup kerja sama dengan BPJS Kesehatan meliputi pemanfaatan jasa layanan perbankan lainnya antara lain pembayaran iuran program Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat (JKN KIS) melalui sistem autodebit. Kemudian pemanfaatan program Corporate Social Rensposibility (CSR) dan pemanfaatan layanan jasa dan produk perbankan, serta kerja sama lainnya yang disepakati BPJS Kesehatan dan BTN.

"BPJS Kesehatan dan FKTP bisa memanfaatkan berbagai kemudahan fasilitas perbankan dari BTN untuk meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan kepada Peserta Jaminan Kesehatan," jelas Haru.

Direktur Utama BPJS Kesehatan Ali Ghufron Mukti menambahkan, skema pembiayaan inovatif bagi mitra BPJS Kesehatan berupa SIF yang dapat dimanfaatkan oleh Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) kini makin diminati.

"Peningkatan mutu layanan tidak hanya dilakukan untuk mengakomodir kebutuhan peserta JKN-KIS, namun juga untuk fasilitas kesehatan yang bekerja sama dengan BPJS Kesehatan. Salah satu upaya yang dilakukan adalah dengan melibatkan pihak perbankan dalam menyediakan kemudahan pembiayaan guna meningkatkan kualitas sarana dan prasarana FKTP melalui SIF," ujar Ghufron.

Dia berharap, kehadiran skema pembiayaan SIF ini dapat dimanfaatkan FKTP sebaik-baiknya untuk mendukung operasional, sehingga pelayanan kepada peserta JKN-KIS semakin baik. Ke depan diharapkan makin banyak bank yang dapat meluncurkan layanan SIF, terutama bank-bank di daerah, sehingga FKTP dapat lebih leluasa dalam memilih kerja sama dengan perbankan.

(AHL)

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

 

 

 

Komentar

LOADING
Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id