comscore

Rupiah Kembali Tak Berdaya, Dibuka Rp14.463/USD

Husen Miftahudin - 08 Juni 2022 09:41 WIB
Rupiah Kembali Tak Berdaya, Dibuka Rp14.463/USD
Ilustrasi. Foto: dok MI/Pius Erlangga.
Jakarta: Nilai tukar (kurs) rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada pembukaan perdagangan hari ini kembali tak berdaya. Mata uang Garuda lesu di tengah kekhawatiran para investor terhadap kenaikan inflasi dan rencana penaikan suku bunga The Fed.
 
Mengutip data Bloomberg, Rabu, 8 Juni 2022, kurs rupiah turun sembilan poin atau setara 0,07 persen ke posisi Rp14.463 per USD dari Rp14.454 per USD pada perdagangan hari sebelumnya.

Rupiah berada pada rentang Rp14.447 per USD sampai Rp14.466 per USD dengan year to date (ytd) return 1,41 persen. Sementara menukil data Yahoo Finance, rupiah stagnan di level Rp14.459 per USD.
Kurs rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta juga melemah 10 poin atau 0,07 persen ke posisi Rp14.464 per USD dibandingkan posisi pada penutupan perdagangan sebelumnya Rp14.454 per USD.

"Perdagangan hari ini, mata uang rupiah kemungkinan dibuka berfluktuatif namun ditutup melemah di rentang Rp14.440 per USD hingga Rp14.490 per USD," kata analis pasar uang Ibrahim Assuaibi dalam analisis hariannya, dikutip Rabu, 8 Juni 2022.

Ibrahim mengungkapkan, dengan laporan pekerjaan AS yang kuat menandakan lebih banyak kenaikan suku bunga. Investor sekarang menunggu indeks harga konsumen (CPI) AS untuk petunjuk tentang jalur kenaikan suku bunga.

Selain itu, Bank Sentral Eropa juga akan menurunkan keputusan kebijakannya pada Kamis ini, dan diharapkan untuk bergabung dengan rekan-rekan global dalam bergerak untuk menekan inflasi.

Di Asia Pasifik, The Reserve Bank of Australia akan menjatuhkan keputusan kebijakannya di kemudian hari, yang secara luas diperkirakan akan memberikan kenaikan suku bunga berturut-turut untuk pertama kalinya dalam 12 tahun terakhir.

"Dengan inflasi yang tinggi merusak kepercayaan konsumen, Gubernur Bank of Japan Haruhiko Kuroda pada Senin menegaskan kembali komitmen yang tak tergoyahkan untuk stimulus moneter yang kuat," pungkas Ibrahim.

(HUS)

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

 

 

 

Komentar

LOADING
Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id