Optimisme Pasar terhadap Kebangkitan Ekonomi RI Bikin Rupiah Menguat

    Husen Miftahudin - 25 September 2020 21:13 WIB
    Optimisme Pasar terhadap Kebangkitan Ekonomi RI Bikin Rupiah Menguat
    Ilustrasi penguatan nilai tukar rupiah - - Foto: Antara
    Jakarta: Direktur PT TRFX Garuda Berjangka Ibrahim Assuaibi mengatakan para pelaku pasar merespons negatif perpanjangan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di DKI Jakarta hingga Oktober. Sebagai Ibu Kota, ekonomi Jakarta berkontribusi besar bagi perekonomian secara nasional.

    "Maka sangat wajar kalau DKI Jakarta selalu disorot oleh pasar, baik lokal maupun pasar internasional," ujar Ibrahim dalam keterangannya yang diterima Medcom.id, Jumat, 25 September 2020.

    Meski demikian, lanjut Ibrahim, pemerintah akan terus memantau dampak dari penerapan PSBB yang diberlakukan hingga 11 Oktober 2020 terhadap perekonomian nasional kuartal III-2020 yang kemungkinan akan kembali terkontraksi, sehingga Indonesia akan masuk ke dalam jurang resesi.

    Namun begitu, Ibrahim meminta masyarakat untuk tetap tenang, optimistis, dan membantu pemerintah agar kuartal IV-2020 pertumbuhan ekonomi RI menjadi jauh lebih dibandingkan kuartal sebelumnya. Sebab walaupun terjadi kontraksi, namun tidak terlalu dalam.

    "Apalagi vaksin sudah ditemukan dan didistribusikan ke rumah sakit-rumah sakit, sehingga bisa menekan laju pandemi covid-19. Dengan begitu, PSBB di DKI Jakarta bisa kembali ke new normal," harapnya.

    Ibrahim menjelaskan informasi positif baik dari eksternal dan internal membuat pelaku pasar kembali optimistis terhadap kebangkitan perekonomian Indonesia.

    "Walaupun terjadi resesi, namun akan kembali bangkit sehingga arus modal asing kembali masuk di pasar dalam negeri. Itu bisa terlihat dari menguatnya mata uang Garuda dan IHSG (Indeks Harga Saham Gabungan) sore ini," papar dia.

    Pada penutupan perdagangan akhir pekan ini nilai tukar rupiah mengalami penguatan. Mengutip data Bloomberg, nilai tukar rupiah ditutup menguat ke posisi Rp14.872 per USD dibandingkan penutupan perdagangan hari sebelumnya di level Rp14.890 per USD.

    Mata uang Garuda tersebut menguat 17 poin atau setara 0,12 persen. Rentang gerak harian rupiah berada di level Rp14.872 per USD sampai Rp14.918 per USD.

    Namun menukil data Yahoo Finance, rupiah berada di level Rp14.900 per USD. Rupiah melemah signifikan sebanyak 120 poin atau setara 0,81 persen, dari Rp14.780 per USD di penutupan perdagangan hari sebelumnya.

    Berdasarkan data kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dolar Rate (Jisdor), rupiah diperdagangkan di level Rp14.951 per USD atau melemah tipis dua poin dari nilai tukar rupiah pada perdagangan hari sebelumnya sebesar Rp14.949 per USD.


    "Dalam perdagangan minggu depan, tepatnya Senin, mata uang Garuda kemungkinan masih akan menguat walaupun tipis antara 5-30 poin di level Rp14.850 per USD hingga Rp14.900 per USD," tutup Ibrahim. 

    (Des)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id