Rupiah Rp15 Ribu/USD, Luhut: Berat Tapi tak Apa

    Suci Sedya Utami - 17 Maret 2020 11:34 WIB
    Rupiah Rp15 Ribu/USD, Luhut: Berat Tapi tak Apa
    Menko Maritim dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan - - Foto: Medcom/ Annisa Ayu Artanti
    Jakarta: Menko Maritim dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan menilai pelemahan mata uang rupiah dalam beberapa waktu terakhir merupakan situasi yang berat bagi Indonesia. Mata uang Garuda menembus level Rp15 ribu/USD pada pembukaan perdagangan pagi ini.

    Luhut menjelaskan merosotnya rupiah terjadi manakala para investor menarik dananya dari pasar saham. Hal ini membuat likuiditas mata uang dolar makin terbatas di dalam negeri.

    "Saya kira juga harus terjadi. Tadi tidak apa-apa juga. Ya memang berat, harga saham kita terjun," kata Luhut dalam tayangan yang disiarkan langsung dari akun instagram resmi milik Kemenko Maritim dan Investasi, Senin malam, 16 Maret 2020.


    Luhut pun menggarisbawahi pelemahan akibat pendemik korona tidak hanya menghantam pasar saham dan mata uang Indonesia. Bahkan, Amerika Serikat juga mengalami kejatuhan saham sehingga harus melakukan penghentian perdagangan sementara (suspend).

    "Saya rasa semua, dan bukan hanya kita yang mengalami ini. Kalau Anda lihat New York Stock Exchange, saya lihat menurunnya luar biasa juga, sampai berapa persen, suspend juga," jelas Luhut.

    Sementara itu, gerak nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) pada perdagangan Selasa pagi terpental ke zona merah dibandingkan dengan perdagangan sore di hari sebelumnya di posisi Rp14.932 per USD.


    Mengutip Bloomberg, Selasa 17 Maret 2020 pukul 09.50 WIB, rupiah pada perdagangan spot exchange melemah 82 poin atau 0,55 persen ke level Rp15.015 per USD. Rupiah bergerak di kisaran Rp14.940-Rp15.015 per USD.

    Di sisi lain, kurs dolar AS jatuh terhadap mata uang utama dunia lainnya pada akhir perdagangan Senin waktu setempat (Selasa WIB), ketika investor yang khawatir tentang penyebaran wabah virus korona meninggalkan aset-aset berisiko. Bahkan setelah Federal Reserve AS menurunkan suku bunganya mendekati nol dan meluncurkan putaran baru pelonggaran kuantitatif.

    Kondisi serupa juga terjadi pada gerak Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sudah terkapar di Selasa pagi. IHSG kembali minus meskipun ada sentimen positif dari neraca dagang Indonesia yang surplus.

    IHSG dibuka minus 3,12 persen ke posisi 4544 pembukaan perdagangan, Selasa, 17 Maret 2020. Volume perdagangan sebesar 1,2 miliar lembar saham dengan nilai Rp1,2 triliun. Sebanyak 257 saham naik, 72 saham tak bergerak, sementara itu 47 saham naik.




    (Des)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id