Pupuk Indonesia Tawarkan Obligasi Rp2,5 Triliun

    Husen Miftahudin - 20 Juli 2020 14:59 WIB
    Pupuk Indonesia Tawarkan Obligasi Rp2,5 Triliun
    Ilustrasi. Foto: MI/Ramdani
    Jakarta: PT Pupuk Indonesia (Persero) melangsungkan Penawaran Umum Berkelanjutan Obligasi Berkelanjutan II Tahap I Tahun 2020 dengan jumlah emisi sebanyak-banyaknya Rp2,5 triliun. Obligasi ini merupakan bagian dari Penawaran Umum Berkelanjutan (PUB) II senilai total Rp8 triliun.

    Direktur Utama Pupuk Indonesia Aas Asikin Idat mengatakan obligasi ini merupakan salah satu bagian dari strategi perusahaan untuk diversifikasi sumber pendanaan eksternal selain dari perbankan. Juga sebagai upaya perusahaan dalam meningkatkan efisiensi dalam jangka panjang.

    "Obligasi ini juga merupakan salah satu upaya kami untuk beralih dari variabel rate ke fix rate atau suku bunga mengambang di-swap dengan subung tetap. Sehingga kami bisa mendapatkan efisiensi untuk jangka panjang," ujar Aas dalam telekonferensi di Jakarta, Senin, 20 Juli 2020.

    PUB II Obligasi Pupuk Indonesia Tahap I Tahun 2020 terbagi dalam tiga seri, yaitu Seri A bertenor tiga tahun, Seri B bertenor lima tahun, dan Seri C bertenor tujuh tahun. Pembayaran bunga dilakukan secara triwulanan, dengan perhitungan 30/360.

    Masa penawaran awal obligasi berlangsung pada 16-30 Juli 2020. Sedangkan penawaran umum dijadwalkan pada 14-18 Agustus 2020.

    Pupuk Indonesia menunjuk PT Bahana Sekuritas, PT BCA Sekuritas, PT BNI Sekuritas, PT Danareksa Sekuritas, PT Mandiri Sekuritas sebagai Joint Lead Underwriters (JLU), dan PT Bank Mega Tbk sebagai wali amanat.

    Obligasi berkelanjutan Pupuk Indonesia mendapat peringkat AAA (idn) dari PT Fitch Ratings Indonesia. Obligasi ini tanpa jaminan khusus (clean basis).

    Aas optimistis target penerbitan obligasi ini bisa terserap oleh pasar mengingat kinerja perusahaan yang selalu stabil dan bahkan menunjukkan peningkatan walaupun di tengah masa pandemi covid-19.

    "Dana obligasi ini nantinya akan digunakan untuk melakukan reprofiling atas pinjaman perbankan maupun obligasi, baik di induk maupun anak perusahaan," urai Aas.

    Pupuk Indonesia merupakan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang memiliki sepuluh anak perusahaan dengan lingkup usaha terintegrasi yang terdiri dari lima produsen pupuk yaitu PT Pupuk Iskandar Muda, PT Pupuk Sriwidjaja Palembang, PT Pupuk Kujang, PT Petrokimia Gresik, PT Pupuk Kaltim.

    Sementara lima perusahaan anak lainnya bergerak di bidang non pupuk yaitu PT Rekayasa Industri, PT Mega Eltra, PT Pupuk Indonesia Energi, PT Pupuk Indonesia Logistik, dan PT Pupuk Indonesia Pangan.

    Selama 2019, Pupuk Indonesia berhasil melakukan penyaluran dan penjualan pupuk subsidi dan non subsidi serta non pupuk sebanyak 13,76 juta ton. Adapun total pendapatan pupuk 2019 lalu mencapai Rp71,3 triliun, naik rata-rata 10 persen per tahun. Begitu pula untuk laba tahun berjalan selama 2017-2019 yang naik rata-rata 10 persen per tahun.

    Pupuk Indonesia pada 2019 mencatatkan laba tahun berjalan sebesar Rp3,71 triliun dari total nilai aset Rp135,55 triliun. Dengan demikian Pupuk Indonesia berhasil mempertahankan kinerjanya sebagai 10 besar perusahaan pupuk dunia berdasarkan total aset, pendapatan, EBITDA, dan laba bersih.

    Kinerja yang baik ini juga ditopang oleh peningkatan kinerja dari anak perusahaan non pupuk. Salah satunya adalah Rekayasa Industri, yang merupakan salah satu EPC terbesar di Kawasan Asia Tenggara. Rekayasa Industri mengalami pertumbuhan yang positif tercermin dari aset perusahaan yang naik sekitar 36 persen dari sebelumnya sebesar Rp7,7 triliun pada 2018 menjadi Rp10,4 triliun pada 2019. Selain itu, pendapatan juga bertumbuh sekitar 61 persen dari 2018 sebesar Rp4,9 triliun menjadi sebesar Rp7,9 triliun pada 2019.

    (DEV)


    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id