Pemegang Polis WanaArtha Protes Dana Nasabah Disita

    Ilham wibowo - 28 Juni 2020 16:02 WIB
    Pemegang Polis WanaArtha Protes Dana Nasabah Disita
    Ilustrasi. Foto: Dok.MI
    Jakarta: Pemegang polis Asuransi Jiwa Adisarana Wanaartha (WanaArtha Life) menyampaikan protes keras terkait rekening efek dana nasabah yang diblokir setelah dikaitkan dengan kasus Jiwasraya. Upaya penegakan hukum yang dilakukan Kejaksaan Agung (Kejagung) pun dianggap kelewat batas.

    Perwakilan pemegang polis WanaArtha Life, Wahjudi, mengatakan bahwa pihak Kejagung dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) tak bisa mengaitkan dana milik nasabah dengan dugaan keterkaitan WanaArtha Life di kasus Jiwasraya. Selama ini, kata dia, para pemegang polis sudah taat aturan dalam seluruh mekanisme investasi.

    "Rekening efek pemegang polis dan rekening reksa dana disita, ini keanehan saya pertama kali terhadap Kejagung dan OJK setelah 26 tahun menjadi nasabah WanaArtha Life," kata Wahjudi saat dihubungi Medcom.id, Minggu, 28 Juni 2020.

    Menurut Wahjudi, peraturan OJK sejak 2016 telah jelas mewajibkan pencatatan akuntansi rekening efek dilakukan terpisah baik dana pemegang polis maupun dana milik perusahaan asuransi. Ia pun heran masalah investasi yang terjadi di Wanaartha langsung dikaitkan dengan dana yang menjadi hak para pemegang polis.

    "Sekarang dua-duanya disita, apa salah pemegang polis? Kalau Wanaartha salah umpannya sehingga diblokir atau disita kenapa tidak jadi tersangka dan ikut dengan sidangnya Jiwasraya," ungkapnya.

    Wahjudi menyoroti langkah hukum yang dilakukan pihak Kejagung ihwal penyitaan dana nasabah yang dinilai merupakan bentuk sewenang-wenang. Perlindungan dan pengawasan nasabah asuransi juga dinilai tidak dilakukan secara maksimal oleh OJK yang memiliki instrumen untuk mengetahui pasti permasalahan di industri keuangan.

    "Ada apa ini, Kejagung seperti malaikat artinya dia bisa sita 800 rekening dan bagaimana satu instansi diberikan keleluasaan menyita tanpa memeriksa, keanehan utama seperti itu. Kalau misalnya Wanaartha melakukan kejahatan dan menyimpang pada tujuan perusahaan kenapa tidak terjadi tahun lalu, kan diawasi oleh OJK," ujarnya.

    Wahjudi menambahkan buntut dari tindakan Kejagung telah membuat  pemegang polis kesulitan untuk mencairkan dana nasabah Wanaartha dalam lima bulan terakhir. Apalagi, di tengah pandemi covid-19 saat ini ketersediaan dana yang sangat penting untuk sektor kesehatan sangat dibutuhkan.

    "Teman saya kena kanker lidah, tidak punya duit untuk biaya tindakan operasi dengan segera karena semua sudah ditanam di WanaArtha Life. Kemudian ada juga yang tunjukan ke saya lapaknya di pasar kena gusur dan sekarang harus bikin lapak baru untuk biaya hidup," tuturnya.

    (DEV)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id