Rupiah Pagi Kokoh di Rp14.795/USD

    Angga Bratadharma - 17 September 2020 09:32 WIB
    Rupiah Pagi Kokoh di Rp14.795/USD
    Ilustrasi. FOTO: MI/ROMMY PUJIANTO
    Jakarta: Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) pada perdagangan Kamis pagi terlihat menguat ketimbang hari sebelumnya di posisi Rp14.843 per USD. Mata uang Garuda kembali sukses menggilas mata uang Paman Sam seiring upaya Pemerintah Indonesia yang kian gencar meredam penyebaran covid-19.

    Mengutip Bloomberg, Kamis, 17 September 2020, nilai tukar rupiah pada perdagangan pagi dibuka menguat ke Rp14.795 per USD. Pagi ini nilai tukar rupiah bergerak di kisaran Rp14.795 hingga R14.807 per USD. Sedangkan menurut Yahoo Finance, nilai tukar rupiah berada di posisi Rp14.638 per USD.

    Sementara itu, kurs dolar Amerika Serikat menguat pada akhir perdagangan Rabu waktu setempat (Kamis WIB), karena pelaku pasar mencerna keputusan terbaru Federal Reserve tentang kebijakan moneter. Indeks dolar, yang mengukur greenback terhadap enam mata uang utama lainnya, naik 0,16 persen menjadi 93,1951.

    Pada akhir perdagangan New York, euro turun menjadi USD1,1802 dari USD1,1853 pada sesi sebelumnya, dan pound Inggris naik menjadi USD1,2954 dibandingkan dengan USD1,2897 pada sesi sebelumnya. Dolar Australia turun menjadi USD0,7298 dibandingkan dengan USD0,7308.

    Sedangkan dolar AS dibeli 105,00 yen Jepang, lebih rendah dibandingkan dengan 105,45 yen Jepang pada sesi sebelumnya. Dolar AS naik menjadi 0,9100 franc Swiss dibandingkan dengan 0,9079 franc Swiss, dan turun menjadi 1,3168 dolar Kanada dibandingkan dengan 1,3180 dolar Kanada.

    Sementara itu, bank sentral AS mempertahankan suku bunga acuan pada rekor level terendah mendekati nol persen dan berjanji untuk mempertahankan kisaran target ini. Hal itu sampai kondisi pasar tenaga kerja membaik untuk mencapai lapangan kerja maksimum dan inflasi telah naik ke tingkat yang diinginkan.

    The Fed memangkas suku bunga acuan mendekati nol persen di awal tahun ini dalam upaya mendukung perekonomian di tengah guncangan pandemi. Di sisi data, penjualan ritel AS mencatat USD537,5 miliar pada Agustus, meningkat 0,6 persen dari bulan sebelumnya, Departemen Perdagangan melaporkan. Angka tersebut tidak mencapai konsensus pasar.

    Di sisi lain, bursa saham Amerika Serikat ditutup bervariasi pada akhir perdagangan Rabu waktu setempat (Kamis WIB), karena saham teknologi melemah, membebani pasar. Di sisi lain, kasus infeksi covid-19 yang terus melonjak turut memberikan tekanan terhadap gerak pasar saham Wall Street.

    Indeks Dow Jones Industrial Average naik 36,78 poin atau 0,13 persen menjadi 28.032,38. Sedangkan S&P 500 turun 15,71 poin atau 0,46 persen menjadi 3.385,49. Indeks Komposit Nasdaq turun 139,85 poin atau 1,25 persen menjadi 11.050,47. 

    (ABD)


    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id