comscore

Investasi Telkomsel di Saham GOTO Fluktuatif, Stafsus Erick Thohir: Naik Turun Saham Hal Wajar

Annisa ayu artanti - 17 Mei 2022 16:49 WIB
Investasi Telkomsel di Saham GOTO Fluktuatif, Stafsus Erick Thohir: Naik Turun Saham Hal Wajar
Pergerakan saham Goto. Foto : Medcom.id.
Jakarta: Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) menganggap turunnya saham PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) menjadi suatu hal yang wajar meskipun banyak sorotan. Terlebih, PT Telekomunikasi Selular (Telkomsel), anak usaha PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM) berinvestasi di perusahaan startup tersebut.

Pada perdagangan hari ini harga saham GOTO akhirnya bergerak di zona hijau lagi setelah pekan lalu bergerak di zona merah dan Bursa Efek Indonesia (BEI) memberi stempel Unusual Market Activity (UMA).
Berdasarkan data RTI, Selasa, 17 Mei 2022 pergerakan saham GOTO pada pembukaan perdagangan bergerak melemah ke level Rp187 per saham. Sebelumnya pada akhir pekan lalu saham GOTO ditutup di level Rp194 per saham. Mengacu data mingguan, sepekan terakhir pun saham GOTO melemah hingga 21,26 persen.

Staf Khusus Arya Sinulingga mengatakan, pihak Kementerian BUMN sangat memahami bahwa tujuan Telkomsel berinvestasi di GOTO untuk bisnis jangka panjang. Salah satu perusahaan teknologi tersebut memiliki jumlah pengemudi (driver) yang banyak dan berpotensi menjadi pelanggan Telkomsel.

"Telkomsel ini bisnis long term bukan jangka pendek, saham naik turun biasa yang penting Telkomsel punya bisnis di sana. Potensinya ada 2,5 juta lebih driver Gojek dikonversi untuk jadi pelanggan Telkomsel," katanya, Selasa, 17 Mei 2022.

Ia juga menuturkan, tak hanya jumlah driver yang menjadi bisa menjadi potensi bagi Telkomsel, tetapi banyak hal lainnya seperti GoShop, advertising dan komponen bisnis Telkomsel dan Gojek lainnya.

"Total diperkirakan sekitar bisnis yang sudah berjalan itu sebesar USD370 juta hampir Rp5 triliun lebih bisnis Telkomsel disana. Itu info yang kami dapat. Jadi ini bisnis panjang bukan bisnis pendek," ucapnya.

Arya juga menilai kekhawatiran publik saat ini terhadap investasi Telkomsel di GOTO tidak beralasan. Ia menekankan Telkomsel berinvestasi untuk jangka panjang sehingga naik turun saham merupakan hal yang biasa.

"Enggak (beralasan) dong, sebab Telkomsel ada bisnis disana, kecuali dia trading saham. Ini bukan short term, ini long term jadi panjang. Ini bisnis panjang oleh Telkomsel," pungkasnya.

(SAW)

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

 

 

 

Komentar

LOADING
Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id