comscore

Beban Cukai Melonjak, Kinerja Emiten Rokok Golongan 1 Terpuruk di Kuartal I-2022

Eko Nordiansyah - 18 Mei 2022 11:13 WIB
Beban Cukai Melonjak, Kinerja Emiten Rokok Golongan 1 Terpuruk di Kuartal I-2022
Penjualan rokok. Foto : MI/Panca Syaukarni.
Jakarta: Kinerja keuangan perusahaan rokok golongan 1 merosot tajam pada kuartal I-2022. Emiten rokok besar ini mengalami penurunan laba bersih yang signifikan dibandingkan kuartal I-2021 akibat beban cukai yang melonjak. Sebaliknya, pabrikan rokok di bawah golongan 1 mampu membukukan kinerja baik, didorong oleh beban cukai yang secara signifikan lebih rendah.

PT Gudang Garam Tbk (GGRM) mencatatkan penurunan laba bersih 38,5 persen menjadi Rp1,07 triliun sepanjang kuartal I-2022. Biaya cukai, PPN, dan Pajak Rokok Gudang Garam pada kuartal I-2022 tercatat Rp25,06 triliun atau naik 6,45 persen dibandingkan kuartal I-2021 sebesar Rp23,54 triliun. Cukai dan pajak merupakan beban terbesar dari biaya pokok penjualan (COGS) perusahaan.  
Hal serupa juga dialami PT Hanjaya Mandala Sampoerna Tbk (HMSP). Kendati mencatatkan kenaikan penjualan sebesar 11,04 persen menjadi Rp23,58 triliun, laba bersih perusahaan di kuartal I-2022 tergerus 25,95 persen menjadi Rp1,91 triliun dibandingkan kuartal I-2021 sebesar Rp2,58 triliun.

Tergerusnya laba bersih ini tak lepas dari beban cukai dan pajak rokok yang melonjak 26,96 persen menjadi Rp17,94 triliun dari Rp 14,13 triliun pada periode yang sama tahun lalu.

"Kemerosotan profitabilitas emiten rokok kelas premium dipengaruhi sentimen negatif kenaikan tarif cukai hasil tembakau. Anjloknya laba GGRM dan HMSP dipengaruhi beban biaya operasional akibat kenaikan tarif cukai rata-rata 12 persen," kata Founder & CEO Finvesol Consulting Fendi Susiyanto kepada wartawan, Rabu, 18 Mei 2022.

Tergerusnya laba bersih emiten rokok Golongan 1 juga dipengaruhi peralihan konsumsi rokok dari rokok premium ke rokok yang lebih murah di Golongan 2 dan 3 akibat daya beli masyarakat yang belum sepenuhnya pulih. Pabrikan Golongan 2 dan 3 dalam posisi diuntungkan dengan selisih tarif sebesar 40 persen lebih rendah dari tarif cukai yang dibayar pabrikan Golongan 1 sehingga mereka mampu mempertahankan margin profitabilitasnya tanpa menaikkan harga jual.

Menurut Fendi, kondisi ini yang menjadi salah satu penyebab kinerja perusahaan rokok pada Golongan 2 dan 3 tidak mengalami penurunan secara signifikan, bahkan beberapa di antaranya cenderung positif. Pada kuartal I-2022, laba bersih PT Wismilak Inti Makmur Tbk (WIIM) hanya turun tipis 2,3 persen menjadi Rp37,68 miliar. Laba bersih PT Indonesian Tobacco Tbk (ITIC) bahkan naik signifikan hingga 116 persen menjadi Rp3,79 miliar.

Bentoel berbalik untung

Sementara PT Bentoel Internasional Investama Tbk (RMBA) juga membukukan kinerja positif. Sepanjang kuartal I-2022, untuk pertama kalinya perusahaan mampu membukukan laba bersih Rp4,29 miliar setelah pada periode yang sama 2021 membukukan rugi sebesar Rp4,1 miliar. Tahun ini Bentoel resmi turun ke Golongan 2 untuk keseluruhan portofolionya.

"Bentoel pada 2022 ini turun ke Golongan 2 dan sedang proses delisting. Dengan turun ke golongan 2, COGS-nya tidak terlalu tinggi alias dapat menghemat kewajiban pembayaran cukai sebesar 40 persen. Ini menjadi kunci membalik kinerja Bentoel yang dalam beberapa tahun belakangan selalu merugi," ungkapnya.

Berdasarkan laporan keuangan, beban cukai dan pajak Bentoel kuartal I-2022 tercatat hanya Rp686,4 miliar, turun lebih dari 38 persen dibandingkan kuartal I-2021 sebesar Rp1,11 triliun. Oleh karena itu, menurut Fendi, tren merosotnya kinerja pabrikan Golongan 1 ini perlu jadi perhatian khusus.

"Semakin besarnya beban cukai pabrikan Golongan 1 akan mendorong pertumbuhan penjualan rokok murah dari perusahaan rokok Golongan  2 dan 3. Jika ini tidak berubah maka dalam jangka panjang era rokok murah akan terus berlanjut, sementara emiten pabrikan Golongan 1 bisa habis," pungkas dia.

(SAW)

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

 

 

 

Komentar

LOADING
Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id