Marak Tawaran Pinjaman Lewat SMS, Masyarakat Harus Lebih Teliti

    Annisa ayu artanti - 04 Oktober 2020 12:32 WIB
    Marak Tawaran Pinjaman Lewat SMS, Masyarakat Harus Lebih Teliti
    Pinjaman Digital. Foto : Medcom.id.
    Jakarta: Maraknya modus kejahatan yang dilakukan oleh platform fintech ilegal kembali mencuat. Kali ini platform tersebut menawarkan pinjaman ilegal melalui SMS.

    Chief of Marketing Officer KoinWorks Jonathan Bryan mengatakan banyaknya korban yang terkena modus pinjaman ilegal itu biasanya merupakan orang yang belum memiliki literasi keuangan yang kuat. Ditambah, pandemi telah mengubah perilaku masyarakat yang berusaha mulai memanfaatkan teknologi digital dalam kegiatan bertransaksi.

    "Literasi finansial yang baik di masyarakat pada dasarnya akan sangat membantu mengurangi kerugian dan keresahan masyarakat akan maraknya tawaran pinjaman ilegal via SMS yang terjadi belakangan ini," katanya dalam keterangan tertulis, Minggu, 4 Oktober 2020.

    Sebagai platform yang telah tercatat sebagai penyelenggara aggregator serta memiliki izin dari Otoritas Jasa Keuangan untuk produk pinjaman P2P Lending melalui KoinP2P, KoinWorks menyadari akan pentingnya edukasi dan pemahaman akan literasi keuangan digital dalam pemanfaatan ragam layanan keuangan oleh pengguna khususnya di masa pandemi ini, sehingga pengguna terhindar dari ancaman modus merugikan dari platform fintech tidak berizin yang meresahkan masyarakat.

    "Kami selalu fokus pada edukasi terkait kebutuhan finansial dari setiap pengguna ataupun calon pengguna agar dapat menemukan produk yang cocok sesuai dengan kebutuhan finansialnya," ucapnya.

    KoinWorks selalu mengimbau agar masyarakat memeriksa status perizinan platform fintech tersebut di otoritas yang berwenang seperti OJK atau Bank Indonesia.

    Kemudian menghindari untuk mengakses penawaran layanan melalui media penyebaran yang meragukan dan dilarang oleh pemerintah seperti melalui SMS, Direct Message (DM) di media sosial, serta sarana komunikasi pribadi lain yang bersifat personal dan juga situs internet tidak resmi

    Selanjutnya secara aktif mengawasi praktik fintech ilegal dengan sigap melaporkan kepada penegak hukum bila menemukan layanan fintech yang meresahkan.

    "Di KoinWorks sendiri yang memang fokus pada ragam produk finansial untuk personal dan pelaku bisnis tidak pernah melakukan kegiatan pemasaran melalui SMS dengan maksud untuk menawarkan pinjaman," pungkasnya. 


    (SAW)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id