Sepekan, Dana Asing Masuk Rp8,53 Triliun ke Pasar Keuangan RI

    Husen Miftahudin - 20 November 2020 16:43 WIB
    Sepekan, Dana Asing Masuk Rp8,53 Triliun ke Pasar Keuangan RI
    Ilustrasi capital inflow - - Foto: dok AFP
    Jakarta: Bank Indonesia (BI) menyatakan investor asing masih berbondong-bondong menempatkan modalnya di pasar keuangan domestik. Hal ini tercermin dari laporan bank sentral terkait perkembangan indikator stabilitas nilai rupiah per 20 November 2020.

    Berdasarkan rilis tersebut, dana-dana asing selama sepekan terakhir kembali membanjiri pasar keuangan domestik. Dari data transaksi 16-19 November 2020, dana-dana dari investor asing (nonresiden) di pasar keuangan domestik mengalir (beli neto/capital inflow) sebesar Rp8,53 triliun.

    Mengalirnya modal asing ke pasar keuangan domestik ini ditopang oleh derasnya pembelian di pasar Surat Berharga Negara (SBN), dengan catatan inflow sebesar Rp7,04 triliun. Ditambah dana asing di pasar saham yang masuk sebanyak Rp1,49 triliun.

    "Berdasarkan data setelmen selama 2020 secara year to date (ytd), nonresiden di pasar keuangan domestik (masih tercatat) jual neto sebesar Rp145,54 triliun," ungkap Kepala Departemen Komunikasi BI Onny Widjanarko dalam siaran pers yang dikutip dari laman resmi BI, Jumat, 20 November 2020.

    Adapun premi risiko atau credit default swap (CDS) Indonesia lima tahun naik ke 75,10 bps per 19 November 2020 dari 74,16 bps per 13 November 2020. CDS merupakan indikator untuk mengetahui risiko berinvestasi di SBN. Semakin besar skor CDS, maka risiko berinvestasi di SBN juga semakin tinggi. Sebaliknya jika skor semakin kecil, maka risiko investasinya juga semakin rendah.

    Namun demikian derasnya aliran dana asing di pasar keuangan domestik justru membuat nilai tukar rupiah tak berdaya terhadap keperkasaan dolar Amerika Serikat (USD). Pada penutupan perdagangan Kamis kemarin, 19 November 2020, mata uang Garuda tersebut berada pada level Rp14.040 per USD. Sementara pada pembukaan pagi ini rupiah tergeletak di posisi Rp14.140 per USD.

    Hingga perdagangan siang ini, rupiah masih terpantau lemah. Mengutip data Bloomberg, nilai tukar rupiah berada di posisi Rp14.193 per USD, melemah 38 poin atau setara 0,27 persen dibandingkan penutupan perdagangan hari sebelumnya di level Rp14.155 per USD.

    Menukil data Yahoo Finance, rupiah juga berada di jalur merah pada posisi Rp14.214 per USD. Rupiah melemah sebanyak 49 poin atau setara 0,35 persen dari Rp14.165 per USD di penutupan perdagangan hari sebelumnya.

    Sedangkan berdasarkan data kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dolar Rate (Jisdor), rupiah diperdagangkan di level Rp14.228 per USD atau melemah sebanyak 61 poin dari nilai tukar rupiah pada perdagangan hari sebelumnya sebesar Rp14.167 per USD.

    Terkait hal ini, tegas Onny, Bank Indonesia akan terus memperkuat koordinasi dengan pemerintah dan otoritas terkait untuk memonitor secara cermat dinamika penyebaran covid-19 dan dampaknya terhadap perekonomian Indonesia dari waktu ke waktu.

    "Termasuk langkah-langkah koordinasi kebijakan lanjutan yang perlu ditempuh untuk menjaga stabilitas makroekonomi dan sistem keuangan, serta menopang pertumbuhan ekonomi Indonesia tetap baik dan berdaya tahan," pungkas Onny.  

    (Des)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id