IHSG Hari Ini Mencoba Lanjutkan Penguatan

    Annisa ayu artanti - 24 November 2020 09:33 WIB
    IHSG Hari Ini Mencoba Lanjutkan Penguatan
    Ilustrasi. FOTO: MI/USMAN ISKANDAR
    Jakarta: Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan hari ini diprediksi melanjutkan penguatan. Sejumlah katalis positif diharapkan bisa berdatangan guna memperkuat reli IHSG di zona hijau.

    Tim riset NH Korindo Sekuritas mengatakan setelah mengalami kenaikan tajam hingga mencapai level tertinggi sejak Maret 2020 indeks akan mencoba bertahan. "Secara teknikal, setelah berhasil menembus level resisten yang cukup kuat, IHSG akan mencoba bertahan di atas 5.600 untuk mengonfirmasi tren penguatan," kata tim riset, Selasa, 24 November 2020.

    Penguatan IHSG juga seiring dengan pergerakan bursa global pada perdagangan kemarin. Tercatat, Wall Street mampu kembali bangkit dengan Dow Jones mencatat kenaikan lebih dari satu persen. Tim riset melihat penguatan bursa Amerika Serikat tersebut dipicu oleh berita mengenai perkembangan vaksin covid-19.

    Menurut Tim riset, optimisme investor tersebut yang menyebabkan penguatan pada pasar. Investor mulai melakukan pembelian pada saham-saham cyclical. "Pasar kembali mendapat kabar baik perkembangan vaksin. Kali ini dari AstraZeneca yang mengumumkan tingkat efektivitas 70 persen," jelasnya.

    Sementara itu, bursa saham Amerika Serikat berakhir menguat pada akhir perdagangan Senin waktu setempat (Selasa WIB), didukung oleh lonjakan di sektor energi. Namun, bursa Wall Street masih dibayang-bayangi dampak dari lonjakan covid-19 yang berpotensi kembali menekan perekonomian AS.

    Indeks Dow Jones Industrial Average naik 327,79 poin atau 1,12 persen menjadi 29.591,27. S&P 500 meningkat 20,05 poin atau 0,56 persen menjadi 3.577,59. Indeks Komposit Nasdaq naik 25,66 poin atau 0,22 persen menjadi 11.880,63.

    Sebanyak tujuh dari 11 sektor utama S&P 500 menguat, dengan sektor energi ditutup menguat 7,09 persen, memimpin kenaikan. Sedangkan sektor real estat tergelincir 0,34 persen, menjadi grup dengan kinerja terburuk. Sedangkan perusahaan Tiongkok yang terdaftar di AS sebagian besar diperdagangkan lebih rendah.

    (ABD)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id