Hati-Hati, Begini Ciri Penipuan Investasi Versi Satgas Waspada Investasi OJK

    Eko Nordiansyah - 07 Maret 2021 15:04 WIB
    Hati-Hati, Begini Ciri Penipuan Investasi Versi Satgas Waspada Investasi OJK
    Ilustrasi. Foto: Medcom.id



    Jakarta: Satgas Waspada Investasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengingatkan kepada masyarakat untuk berhati-hati dengan maraknya penipuan investasi. Terlebih akhir-akhir ini banyak tawaran berbagai jenis investasi bagi masyarakat.

    Mengutip laman resmi Satgas Waspada Investasi OJK, Minggu, 7 Maret 2021, setidaknya ada empat karakteristik penipuan investasi. Hal ini tentunya bisa menjadi pengingat bagi masyarakat agar bisa menghindari penipuan investasi.






    Pertama, investasi ilegal biasanya menawarkan return atau keuntungan yang sangat tinggi. Bahkan seringkali keuntungan yang ditawarkan ini tidak masuk akal dan/atau dalam jumlah yang dipastikan atau tetap sejak awal penawarannya.

    Kedua, penipuan investasi biasanya merupakan produk investasi yang ditawarkan dengan janji akan dijamin dengan instrumen tertentu, seperti emas, giro, atau dijamin oleh pihak tertentu seperti pemerintah, bank dan lain-lain, yang pada kenyataannya tidak.

    Ketiga, masyarakat juga diminta untuk mewaspadai penggunaan nama perusahaan-perusahaan besar secara tidak sah untuk meyakinkan calon investor. Untuk itu, masyarakat bisa melakukan pengecekan secara detail untuk menghindari penipuan investasi.

    Keempat, dana masyarakat tidak dicatat dalam segregated account (akun yang terpisah) agar mudah digunakan secara tidak bertanggung jawab. Hal ini tentunya bisa menjadi pertimbangan agar masyarakat tidak mudah tergiur penipuan investasi.

    Satgas dalam patroli sibernya juga menemukan 28 entitas kegiatan usaha yang diduga tanpa izin dari otoritas yang berwenang dan berpotensi merugikan masyarakat. Rinciannya, 14 kegiatan money game; enam crypto aset, forex, dan robot forex tanpa izin; tiga penjualan langsung/direct selling tanpa izin; satu equity crowdfunding tanpa izin; satu penyelenggara konten video tanpa izin; satu sistem pembayaran tanpa izin; dan dua kegiatan lainnya.

    Pada Februari 2021, Satgas juga berhasil menemukan 51 kegiatan fintech peer to peer lending ilegal yang berpotensi meresahkan masyarakat karena sering melakukan ancaman serta intimidasi jika menunggak pinjaman. Sejak 2018 hingga Februari 2021 ini Satgas sudah menutup sebanyak 3.107 fintech lending ilegal.

    Selain menemukan fintech peer to peer lending ilegal dan kegiatan investasi ilegal, Satgas Waspada Investasi juga menemukan 17 usaha pergadaian swasta ilegal yang dilakukan tanpa izin dari OJK sesuai dengan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK) Nomor 31/POJK.05/2016 tentang Usaha Pergadaian.

    (DEV)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id