PGN Bukukan Laba Rp870 Miliar di Kuartal I

    Suci Sedya Utami - 03 Mei 2021 13:49 WIB
    PGN Bukukan Laba Rp870 Miliar di Kuartal I
    PGN. Foto : MI/Galih.



    Jakarta: PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN) membukukan laba yang didistribusikan ke induk sebesar USD61,5 juta atau Rp870 miliar pada kuartal I-2021. Laba tersebut meningkat dibanding periode yang sama tahun lalu sebesar USD47,7 juta.

    Subholding Gas PT Pertamina (Persero) ini mencatatkan pendapatan sebesar USD733,15 juta dengan laba operasi sebesar USD95,90 juta dan EBITDA sebesar USD191,24 juta.






    Pendapatan tersebut dikontribusikan dari penjualan gas bumi rata-rata sampai Maret 2021 dengan volume 916 british thermal unit per day (BBTUD) atau 7,86 persen di atas target pada kuartal I-2021.

    Rinciannya, penjualan gas di PGN sebesar 835 BBTUD dan PT Pertagas sebesar 81 BBTUD. Peningkatan didorong oleh pertumbuhan konsumsi gas bumi karena operasional pelanggan mulai rebound di sektor pembangkit listrik dan industri retail. Saat ini PGN telah melayani lebih dari 495 ribu pelanggan di sektor rumah tangga, usaha mikro kecil dan menengah (UMKM), industri, dan pembangkit listrik.

    Direktur Keuangan PGN, Arie Nobelta Kaban mengatakan di kuartal I-2021, PGN masih menghadapi ketidakpastian kondisi global dan nasional akibat pandemi covid-19. Namun PGN tetap dapat menjaga kinerja melalui upaya-upaya strategis yang diambil oleh perseroan.

    “PGN juga berupaya melakukan efisiensi beban operasional di berbagai proses bisnis. Selain itu untuk menjaga likuiditas perusahaan manajemen mengambil kebijakan realisasi capital expenditure (capex) dilakukan secara selektif atau prioritas,” ujar Arie dalam keterangan resmi, Senin, 3 Mei 2021.

    Direktur Strategi dan Pengembangan Bisnis PGN, Syahrial Mukhtar mengatakan dengan prospek permintaan gas bumi yang masih menjanjikan ke depan, sesuai studi diperkirakan akan ada peningkatan permintaan sampai sekitar 550 juta ton per tahun pada 2030, maka PGN akan berupaya untuk meningkatkan ekspansi bisnis LNG termasuk LNG retail.

    "PGN memiliki tanggung jawab besar dalam mengelola bisnis gas nasional untuk memenuhi kebutuhan gas domestik. LNG akan berperan semakin besar untuk menjaga keandalan pasokan gas untuk konsumen," imbuh Syahrial.

    PGN akan membangun infrastruktur dan aset-aset yang dibutuhkan untuk mengelola LNG retail. Untuk pasar domestik, bisnis LNG akan memiliki kontribusi besar melalui proyek konversi BBM ke LNG untuk pembangkit listrik PLN dan wilayah-wilayah yang belum terjangkau pipa gas khususnya di wilayah timur Indonesia. Untuk pasar luar negeri, perusahaan juga tengah melakukan pendekatan dengan pemain LNG di negara-negara target yaitu Filipina, Myanmar, Vietnam, dan Thailand.

    "Selain potensi bisnis LNG, PGN akan berperan aktif mendukung program RDMP Kilang salah satunya dengan membangun fasilitas Small Land-Based LNG Regasification Terminal di Cilacap yang diestimasikan dapat menghasilkan volume ramp up sampai dengan 111 MMSCFD," papar Syahrial.

    Dalam jangka menengah, PGN tengah membangun infrastruktur pipa gas Senipah-Balikpapan untuk memenuhi kebutuhan Kilang Balikpapan. Pipa Senipah-Balikpapan diestimasikan dapat mendukung penyaluran gas yang efisiensi untuk kilang dengan volume ramp up sampai 194 juta standar kaki kubik per hari (MMSCFD). Kedua infrastruktur gas untuk Kilang tersebut ditargetkan selesai pada 2023.

    PGN grup di 2021 ini juga akan menyelesaikan pembangunan Pipa Minyak Rokan sepanjang ± 367 KM dengan diameter 4-24 inchi di koridor Minas-Duri-Dumai dan Koridor Balam-Bangko-Dumai, Wilayah Kerja Rokan. Diharapkan proyek tersebut akan menjadi salah satu sumber pendapatan jangka panjang yang berpotensi menyalurkan minyak 200 ribu-265 ribu BPOD dan tentunya merupakan komitmen dalam menjaga efisiensi penyaluran salah satu backbone migas nasional.

    Arie melanjutkan PGN juga terus melakukan evaluasi terhadap pembiayaan proyek-proyek infrastruktur yang sedang direncanakan maupun sudah dibangun. Langkah ini dilakukan untuk memastikan bahwa setiap proyek mampu meraih skala ekonomi yang optimal dengan pembiayaan yang efisien.

    "Gejolak perekonomian yang dipicu oleh pandemi covid-19 yang terjadi sejak awal 2020 telah mengajarkan PGN untuk tetap fokus memperkuat fundamental bisnis. Namun, kami optimis mampu melewati berbagai tantangan ini dan menjadikan PGN semakin kuat di masa depan," tutup Arie.

    (SAW)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id