IHSG Diramal Cenderung Melemah Akhir Pekan Ini

    Annisa ayu artanti - 04 Desember 2020 09:22 WIB
    IHSG Diramal Cenderung Melemah Akhir Pekan Ini
    Ilustrasi. FOTO: Medcom.id/Desi Angriani
    Jakarta: Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diprediksi cenderung melemah pada perdagangan hari ini. Sejumlah katalis seperti kesepakatan produksi minyak oleh OPEC dan sekutu hingga melonjaknya kasus infeksi covid-19 memberikan pengaruh terhadap sentimen investor di pasar modal.

    "Kami melihat saat ini IHSG memiliki peluang bergerak bervariasi dengan cenderung melemah terbatas dan diperdagangkan pada level 5.715-5.843," kata Analis Pilarmas Investindo Sekuritas Maximilianus Nico Demus, dalam riset hariannya, Jumat, 4 Desember 2020.

    Nico menjelaskan beberapa sentimen yang memengaruhi pergerakan indeks di antaranya OPEC dan OPEC+ telah sepakat untuk mengurangi tingkat produksi minyak. Namun mulai Januari 2021, OPEC dan sekutunya akan melakukan diskusi bulanan untuk membuka kemungkinan menambah 500 ribu barel produksi per hari.

    Menurut Nico pertemuan yang diadakan setiap bulan akan mampu menjaga stabilitas di pasar, sehingga apabila ada kenaikan suplai pada Januari 2021 akan menjaga harga minyak untuk tetap relatif stabil. Tak hanya sentimen global, dari dalam negeri pelaku pasar dan investor juga tertuju kepada Rapat Tahunan Bank Indonesia yang digelar kemarin.

    Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo mengatakan pihaknya melihat pertumbuhan ekonomi yang positif akan terjadi pada Oktober dan Desember. Bank Indonesia juga melihat ada potensi perekonomian akan mengalami kebangkitan pada 2021 dengan potensi pertumbuhan berada di rentang 4,8 persen hingga 5,8 persen.

    Presiden Joko Widodo mengaku melihat tanda-tanda bahwa pemulihan semakin kuat dari hari ke hari khususnya pada Oktober hingga Desember. Proses pemulihan yang semakin baik memberikan harapan dan keyakinan bahwa tahun depan menjadi tahun yang lebih baik.

    Dari sisi kredit, Bank Indonesia melaporkan tahun depan akan mengalami pertumbuhan sebesar 7-9 persen. Pertumbuhan tersebut didukung dengan tingkat suku bunga yang akan berada dalam level yang rendah. Kendati demikian, optimisme yang dibangun pada Rapat Tahunan Bank Indonesia tersebut masih dibayangi oleh penambahan kasus covid-19 harian.

    Pelaku pasar bertanya-tanya apakah kenaikan kasus infeksi covid-19 akan membuat PSBB jilid ketiga diberlakukan. "Ketika PSBB kembali diberlakukan maka angin segar yang diberikan oleh Bank Indonesia kemarin mungkin akan menjadi angin sepoi-sepoi semata," pungkasnya.
     

    (ABD)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id