BSI Ikut Mendanai Proyek Rel Kereta Api Makassar-Parepare Senilai Rp693,83 Miliar

    Husen Miftahudin - 04 Juni 2021 09:44 WIB
    BSI Ikut Mendanai Proyek Rel Kereta Api Makassar-Parepare Senilai Rp693,83 Miliar
    Gedung Bank Syariah Indonesia. Foto: dok MI/Andri Widiyanto.



    Jakarta: PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) menyalurkan pembiayaan sindikasi dalam proyek Kerjasama Pemerintah dengan Badan Usaha (KPBU) Kereta Api Makassar-Parepare dengan total mencapai Rp693,83 miliar. Dari keseluruhan nilai investasi tersebut, porsi BSI sebesar Rp218,34 miliar.

    Pada sindikasi ini, akad yang digunakan adalah musyarakah mutanaqisah (MMq), yaitu akad kerja sama antara dua pihak dalam kepemilikan aset dengan porsi kepemilikan salah satu pihak berkurang disebabkan adanya pembelian secara bertahap oleh pihak lainnya (hishshah).

     



    Selain BSI, pembiayaan sindikasi melalui pinjaman berjangka senior dan pembiayaan musyarakah mutanaqisah tersebut juga dikucurkan oleh PT Indonesia Infrastructure Finance dan PT Sarana Multi Infrastruktur (Persero).

    Direktur Utama BSI Hery Gunardi mengatakan, sindikasi ini merupakan bentuk partisipasi nyata pihaknya dalam membangun peradaban dan perekonomian bangsa melalui pengembangan infrastruktur yang menghubungkan antarwilayah.

    "BSI berkomitmen terus mendukung pengembangan infrastruktur untuk mendorong roda ekonomi Tanah Air. Kepercayaan memimpin sindikasi pembiayaan ini menjadi kebanggaan tersendiri bagi BSI, karena dilakukan dengan sistem syariah," ucap Hery dalam siaran persnya, Jumat, 4 Juni 2021.

    Pembiayaan ini akan digunakan PT Celebes Railway Indonesia untuk pembangunan jalur Kereta Api Makassar-Parepare beserta infrastruktur pendukungnya. Panjang jalur kereta api mencapai 144 kilometer (km) yang terbagi menjadi beberapa seksi dan 16 stasiun.

    Proyek ini merupakan proyek KPBU pertama bagi Kementerian Perhubungan (Kemenhub) yang menggunakan skema availability payment (AP) dan sistem syariah. Dalam sindikasi ini, BSI berperan sebagai Joint Mandated Lead Arranger (JMLA), agen escrow, dan agen jaminan.

    "Dengan kerja sama ini, BSI berharap dapat turut berkontribusi secara optimal dalam pembangunan jalur kereta api Makassar-Parepare beserta infrastruktur pendukungnya," tutur Hery.

    Direktur Wholesale & Transaction Banking BSI Kusman Yandi menambahkan, pembiayaan sindikasi merupakan salah satu strategi perseroan dalam meningkatkan pembiayaan wholesale. Adapun hingga kuartal I-2021, BSI telah menyalurkan pembiayaan wholesale hingga Rp46,97 triliun.

    Pada akhir 2021 BSI menargetkan pertumbuhan pembiayaan wholesale sekitar lima persen secara year on year (yoy). Hal ini ditopang oleh proyeksi pertumbuhan bisnis sindikasi pada 2021 sebesar 12,6 persen secara yoy.

    "Pada semester II-2021, BSI akan fokus pada beberapa sektor industri seperti infrastruktur, energi, agribisnis, dan telekomunikasi. Terutama proyek-proyek KPBU sebagai wujud dukungan kepada program pemerintah," tutup Kusman.

    (AHL)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id