comscore

BI Prediksi Kinerja Penjualan Eceran Kuartal III Melempem

Husen Miftahudin - 09 November 2021 12:59 WIB
BI Prediksi Kinerja Penjualan Eceran Kuartal III Melempem
Ilustrasi logo Bank Indonesia - - Foto: MI/ Susanto
Jakarta: Bank Indonesia (BI) memprediksi kinerja penjualan eceran pada kuartal III-2021 terindikasi menurun dibandingkan kuartal sebelumnya. Indeks Penjualan Riil (IPR) kuartal III-2021 diprakirakan terkontraksi minus 2,4 persen (yoy), menurun dari 11,0 persen (yoy) pada kuartal II-2021.

"Penurunan tersebut disebabkan oleh penurunan penjualan mayoritas kelompok, terutama subkelompok Sandang, Kelompok Suku Cadang dan Aksesori, serta Barang Budaya dan Rekreasi sejalan dengan penerapan PPKM Darurat/Level 4 yang terjadi di sepanjang Juli-Agustus 2021," tulis Survei Penjualan Eceran (SPE) September 2021 yang diungkap Kepala Departemen Komunikasi BI Erwin Haryono, Selasa, 9 November 2021.

Penjualan eceran di sejumlah kota:

  1. Semarang (termasuk Purwokerto) minus 8,7 persen (mtm).
  2. Surabaya minus  4,7 persen (mtm).
  3. Manado minus 3,4 persen (mtm).
  4. Denpasar minus 0,2 persen (mtm).
Secara tahunan, penjualan eceran periode September 2021 masih berada dalam fase kontraksi. Penurunan terjadi di Kota banjarmasin dan Kota Denpasar masing-masing minus 12,3 persen (yoy) dan minus 4,3 persen (yoy).
"Kinerja penjualan eceran di Surabaya dan manado tercatat positif meski melambat dari bulan sebelumnya sebesar 23,2 persen (yoy) dan 5,2 persen (yoy) dari 31,0 persen (yoy) dan 7,3 persen (yoy) pada bulan sebelumnya," papar dia.

Pada Oktober 2021, penjualan eceran pada mayoritas kota yang disurvei diprakirakan meningkat secara bulanan. Peningkatan tertinggi diprakirakan terjadi di Semarang (termasuk Purwokerto) sebesar 11,4 persen (mtm), diikuti Medan 8,5 persen (mtm), dan Jakarta 0,7 persen (mtm).

Sementara itu, penjualan eceran di Surabaya tercatat membaik meski masih terkontraksi sebesar minus 0,2 persen (mtm) dari minus 4,7 persen (mtm) pada bulan sebelumnya.

"Secara tahunan, penjualan eceran menunjukkan peningkatan di beberapa kota seperti Medan dan Surabaya masing-masing sebesar 17,4 persen (yoy) dan 25,4 persen (yoy) dan sejumlah kota tercatat mengalami perbaikan seperti Semarang (termasuk Purwokerto) dan Bandung yang masing-masing sebesar minus 16,1 persen (yoy) dan minus 13,0 persen (yoy)," tutup Erwin.

(Des)

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

 

 

 

Komentar

LOADING
Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id