comscore

Akses Mudah, Waspada Jeratan Pinjol Ilegal!

Ade Hapsari Lestarini - 06 Desember 2021 15:12 WIB
Akses Mudah, Waspada Jeratan Pinjol Ilegal!
Ilustrasi. Foto: Medcom.id/ Mohammad Rizal.
Jakarta: Platform keuangan digital yang menawarkan jasa pinjaman online (pinjol) atau fintech lending semakin populer di masyarakat. Mudahnya akses layanan pinjaman online, harus diimbangi sikap waspada dari masyarakat jangan sampai terjerumus jerat pinjaman online ilegal. Hal ini dimaksudkan agar lebih banyak orang yang mendapatkan literasi dan terhindar dari jeratan pinjol ilegal.

Adapun sampai 2 November 2021, total jumlah penyelenggara fintech peer to peer lending atau fintech lending yang terdaftar dan berizin di Otoritas Jasa Keuangan (OJK) adalah sebanyak 104 perusahaan.
"Sebanyak 4.906 entitas pinjol ilegal telah dihentikan atau diblokir sejak 2018-2021," jelas Direktur Informasi dan Komunikasi Perekonomian dan Maritim Kementerian Kominfo Septriana Tangkary, dalam Creativetalks Pojok Literasi bertema tema "Waspada Jeratan Pinjol Ilegal", dikutip Senin, 6 Desember 2021.

Menurut dia, pelaksanaan Creativetalks Pojok Literasi kali ini tidak hanya menyasar para milenial, akan tetapi juga turut mengundang para lurah di Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta. Dengan mengikuti kegiatan ini, diharapkan para lurah dapat memperoleh wawasan tentang teknologi dan sistem keuangan digital, khususnya wawasan mengenai pinjol yang legal dan ilegal.

"Dengan adanya wawasan mengenai pinjol tersebut, diharapkan para lurah dapat memberikan edukasi lebih lanjut kepada masyarakat yang berada dalam lingkup wilayahnya," jelasnya.

Sekretaris Daerah Istimewa Yogyakarta Raden Kadermanta Baskara Aji yang diwakilkan oleh Kepala Bidang Industri Informasi dan Komunikasi Publik DIY, Rakhmat Sutopo menambahkan, selain literasi finansial, masyarakat juga perlu diberikan wawasan tentang kehidupan sosial di masa yang penuh turbulensi seperti saat ini.

"Saya berharap acara ini dapat menumbuhkan budaya jeli dan hati-hati sebelum berafiliasi dengan pinjol maupun dengan lembaga peminjaman keuangan yang lain agar tidak terjadi kerugian secara material, moral, dan mental," tuturnya.

Tujuan pinjaman online

Deputi Komisioner Edukasi dan Perlindungan Konsumen OJK Sarjito mengatakan tujuan adanya pinjaman online diperuntukkan kepada masyarakat yang tidak bisa mengakses perbankan. Kemudian difasilitasi menggunakan aplikasi untuk memudahkan akses, tetapi apabila kemudian menimbulkan risiko yang sangat berat, maka jangan diikuti.

"Intinya jangan dekati, jangan pernah mencoba, jangan konsumsi pinjol ilegal. Kenali dulu, cek dulu di OJK apakah terdaftar, kalau tidak terdaftar sudah pasti ilegal," tambahnya.

Menurut Direktur Regional ICSB Daerah Istimewa Yogyakarta Gusti Kanjeng Ratu Bendara, selain melihat legal atau tidaknya suatu pinjol, masyarakat juga harus melihat apakah warga sudah memiliki edukasi finansial untuk akhirnya sadar atau tidak bahwa meminjam itu ada risikonya.

Agar terhindar dari meminjam online, Gusti mengingatkan warga untuk menabung berapapun pendapatan yang diterima dan juga mencari cara bagaimana untuk meningkatkan pendapatan. 
Untuk itu, lanjut dia, Dinas UMKM Yogyakarta memiliki SiBakul Jogja yang memberikan pelatihan gratis secara online di PLUT DIY dan di Kabupaten/Kota dan juga diakomodasikan di Kelurahan secara online bagi warga yang jauh dari Kabupaten/Kota.

"Ini salah satu cara yang cepat menyemangati warga untuk meningkatkan kualitas dari UMKM-nya, penjualannya dan sebagainya. Harapannya dengan begitu peningkatan pendapatannya juga ada," ungkap Gusti.

Koordinator Informasi dan Komunikasi Perekonomian I Kementerian Kominfo, Eko Slamet Riyanto menuturkan, secara umum mengenai fintech, Kominfo sebagai humas pemerintah selalu mengawal dan memfasilitasi juga berkolaborasi dengan semua mitra-mitra strategisnya.

"Termasuk dengan OJK dan komunitas-komunitas serta penggiat fintech dalam rangka menyampaikan edukasi dan literasi kepada masyarakat, termasuk salah satunya mengenai pinjaman online," paparnya.

(AHL)

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

 

 

Komentar

LOADING
Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id