IHSG Diperkirakan Bergerak Menguat

    Angga Bratadharma - 17 November 2021 09:06 WIB
    IHSG Diperkirakan Bergerak Menguat
    Ilustrasi. FOTO: MI/ROMMY PUJIANTO



    Jakarta: Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan hari ini diproyeksikan bergerak di area positif. Meski demikian, para investor harus tetap berhati-hati dalam mengambil keputusan berinvestasi di pasar saham mengingat tapering dari The Fed dan lonjakan inflasi di Amerika Serikat (AS) masih menghantui.

    "Pagi ini pasar Asia dibuka bervariasi. Kospi dibuka melemah 0,13 persen dan Nikkei dibuka menguat 0,21 persen. Kami memperkirakan IHSG akan bergerak menguat pagi ini, ditopang oleh pergerakan bursa global," sebut Samuel Research Team, dalam riset hariannya, Rabu, 17 November 2021.

     



    Sementara itu, Wall Street ditutup lebih tinggi pada akhir perdagangan Selasa waktu setempat (Rabu pagi WIB). Kondisi itu didukung data ekonomi yang lebih baik dari perkiraan dengan angka penjualan ritel mengisyaratkan kesehatan konsumen yang kuat dan mengurangi kekhawatiran The Fed yang mungkin harus menjadi lebih agresif dalam menghadapi kenaikan inflasi.
     
    Indeks Dow Jones Industrial Average bertambah 54,77 poin atau 0,15 persen menjadi 36.142,22. Indeks S&P 500 naik 18,10 poin atau 0,39 persen menjadi 4.700,90. Indeks Komposit Nasdaq melonjak 120,01 poin atau 0,76 persen menjadi 15.973,86.
     
    Sebanyak empat dari 11 sektor utama S&P 500 berakhir di zona hijau, dengan sektor consumer discretionary dan teknologi masing-masing terangkat 1,38 persen dan 1,07 persen, memimpin kenaikan. Sedangkan sektor real estat tergelincir 0,65 persen, merupakan kelompok dengan kinerja terburuk

    Data menunjukkan penjualan ritel melonjak 1,7 persen pada Oktober, kenaikan terbesar sejak Maret dan di atas perkiraan 1,4 persen, menunjukkan orang Amerika telah memulai belanja liburan lebih awal dalam upaya untuk menghindari kekurangan barang di tengah rantai pasokan yang meregang.
     
    Pengecer Home Depot Inc melonjak 5,73 persen ke rekor tertinggi dan memiliki persentase kenaikan satu hari terbesar sejak April 2020. Hal ini setelah penjualan triwulanannya hampir USD2 miliar mengalahkan perkiraan dan dengan mudah melampaui perkiraan laba per saham.
     
    "Ini membuat orang-orang lega karena prospek ritel masih cukup cerah. Prospeknya adalah di mana harga-harga naik tetapi belanja konsumen masih kuat dan sepertinya rantai pasokan tertekan tetapi kami masih bisa mendapatkan barang-barang di rak," kata Ahli Strategi Investasi Senior Allspring Global Investments Brian Jacobsen, di Menomonee Falls, Wisconsin.
     
    Walmart Inc, pengecer konvensional terbesar di negara itu, menaikkan perkiraan penjualan dan laba tahunannya. Namun, sahamnya menyerahkan kenaikan awal, dan jatuh 2,55 persen. Ini merupakan persentase penurunan harian terbesar sejak Mei, karena kemacetan rantai pasokan mengurangi margin dan membebani sektor kebutuhan pokok konsumen.
     

    (ABD)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id