comscore

Perbankan Diminta Segera Tuntaskan Masalah Jika Ada Kasus Salah Transfer

Angga Bratadharma - 28 Desember 2021 08:39 WIB
Perbankan Diminta Segera Tuntaskan Masalah Jika Ada Kasus Salah Transfer
Ilustrasi. FOTO: MI/USMAN ISKANDAR
Jakarta: Kasus salah transfer yang menimpa salah satu nasabah bernama Indah Harini terus bergulir dan kini mulai menyedot perhatian publik. Hal itu terjadi karena persoalan tersebut dibawa ke ranah hukum usai Indah dijadikan tersangka setelah dilaporkan oleh salah satu bank di Tanah Air.

Adapun nominal salah transfer terbilang cukup besar, yakni sebesar 1.714.842 poundsterling (setara Rp32,5 miliar). Henri Kusuma, kuasa hukum Indah, yang tergabung pada Kantor Hukum Mastermind & Associates, mengungkapkan ada beberapa kejanggalan terkait penanganan kasus salah transfer yang menyebabkan Indah Harini ditetapkan sebagai tersangka.
"Kami dilaporkan dengan pasal 85 UU transfer dana," kata Henri, merujuk pada pelapor, dalam keterangan tertulisnya, Selasa, 28 Desember 2021.

Henri dan rekannya Chandra mempertanyakan mengapa hingga saat ini permintaan nasabah prioritas tersebut yakni bukti transaksi perpindahan uang yang masuk ke rekening Indah, surat resmi pemberitahuan kesalahan transfer, dan penawaran penyelesaian dari pihak bank tak kunjung diberikan hingga saat ini.

"Apa yang menimpa Ibu (Indah Harini) bisa terjadi pada siapa saja," kata Chandra, juga kuasa hukum Indah Harini yang tergabung dalam Mastermind & Associates.

Praktisi Hukum Perbankan dan Lembaga Pembiayaan Saepudin Zuhri mengatakan jika ada bank melakukan kesalahan transfer maka itu murni kesalahan bank. Pada akhir hari sebelum melakukan balancing, bank biasanya memisahkan slip transaksi pada hari tersebut per masing-masing jenis transaksi dan mata uang untuk kemudian dijumlahkan dengan mesin hitung.
 

"Balancing dilakukan untuk memastikan semua transaksi telah diinput dengan benar sesuai dengan saldo uang tunai yang tercatat pada komputer," kata Saepudin.
 
Bank juga harus memeriksa kecocokan saldo akhir hari dengan laporan transaksi hari itu, dan memeriksa ulang validasi posting, memposting setiap transaksi ke dalam rekening dengan benar, dan melaksanakan validasi slip yang digunakan untuk transaksi.
 
Pegawai dan pejabat bank harus memastikan bahwa semua dokumen dan slip transaksi telah diproses dan memeriksa hasil cetak validasi dengan data asli (mencocokkan jumlah dan nomor rekening yang tertulis pada slip yang telah divalidasi).
 
"Karenanya, bank tidak dapat menerima pengembalian dana. Kenapa? karena bank telah melakukan berbagai tahapan yaitu pelaksanaan transaksi melalui proses maker, checker, approver, dan konfirmasi," pungkas Saepudin.


(ABD)

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

 

 

Komentar

LOADING
Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id