IKNB Tertekan, Industri Asuransi Tetap Tumbuh di Masa Pandemi

    M Iqbal Al Machmudi - 16 April 2021 15:08 WIB
    IKNB Tertekan, Industri Asuransi Tetap Tumbuh di Masa Pandemi
    Ilustrasi industri asuransi - - Foto: Medcom



    Jakarta: Kepala Departemen Pengawas IKNB 1B Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Heru Juwanto mengatakan kinerja industri asuransi tetap tumbuh positif dibandingkan sub sektor Industri Keuangan NonBank (IKNB). Sepanjang 2020, IKNB diperkirakan tumbuh negatif sebesar 5,39 persen secara year on year (yoy).

    "Kondisi jauh lebih bagus bisa kita lihat di industri asuransi, yang dalam catatan kami di sepanjang 2020 lalu aset industrinya mampu tumbuh sebesar 6,34 persen menjadi Rp1.409,75 triliun. Total nilai premi yang dibukukan juga tumbuh signifikan, menjadi Rp499,23 triliun hingga akhir tahun," kata Heru dikutip dari Mediaindonesia.com, Jumat, 16 April 2021.






    Meski kinerjanya cukup positif, Heru mencatat bahwa tingkat penetrasi industri asuransi nasional masih tergolong rendah dibanding negara-negara Asia Tenggara lainnya, seperti Malaysia, Singapura, Thailand dan sebagainya. Kondisi itu masih menjadi tantangan yang harus dijawab oleh para pelaku industri asuransi, sekaligus juga peluang yang harus dimaksimalkan ke depan dengan berbagai inovasi.


    "Dari sini kita bisa lihat secara perlahan pelaku insurance technology (insurtech) mulai mengisi peluang ini dalam dua sampai tiga tahun belakangan. Tentu ini hal yang bagus dan perlu didukung oleh semua pihak. Tentunya, (praktik insurtech) ini dapat diselenggarakan oleh lembaga-lembaga yang telah memiliki izin, seperti lembaga piala asuransi dan lain sebagainya," papar Heru.

    Sepanjang 2020, total nilai premi asuransi yang mampu dibukukan oleh para pelaku insurtech dengan menggandeng perusahaan asuransi sebesar Rp811,71 miliar, atau setara dengan 1,06 persen dibanding keseluruhan nilai premi yang dibukukan industri asuransi secara nasional.

    Hal tersebut membuktikan bahwa peran insurtech ke depan tak lagi bisa dipandang sebelah mata, dan bahkan membawa harapan baru dalam upaya mendongkrak penetrasi industri asuransi di Tanah Air.

    "Namun, pelaku insurtech di Indonesia masih cenderung berfokus pada kinerja distribusi dan penjualan produk asuransi dengan bekerja sama dengan perusahaan asuransi," pungkas dia.


    (Des)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id