Pupuk Indonesia Klaim Kinerja Positif di Tengah Pandemi

    Annisa ayu artanti - 21 Juli 2020 14:44 WIB
    Pupuk Indonesia Klaim Kinerja Positif di Tengah Pandemi
    Ilustrasi Pupuk Indonesia - - Foto: MI/ Safir Makki
    Jakarta: PT Pupuk Indonesia (Persero) mengklaim membukukan kinerja positif sepanjang Januari-Mei 2020. Hal tersebut tercermin dari pertumbuhan kinerja pendapatan, produksi, hingga penjualan di masa pandemi covid-19.

    Direktur Utama Pupuk Indonesia Aas Asikin Idat menyebutkan sepanjang Januari-Mei 2020 perseroan mencatatkan pendapatan konsolidasi sebesar Rp32,62 triliun.
    Jumlah itu setara 43,2 persen dari target Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan (RKAP) 2020 yang sebesar Rp75,5 triliun.

    Capaian pendapatan ini meningkat dibandingkan capaian pendapatan periode sama tahun lalu yang sebesar Rp30 triliun. "Kami pun mencatatkan kenaikan laba tahun berjalan tumbuh 11,7 persen menjadi Rp1,6 triliun dibandingkan periode sama tahun lalu yang sebesar Rp1,43 triliun," kata Aas dalam keterangan tertulisnya, Selasa, 21 Juli 2020.

    Menurutnya capaian ini diperoleh sesuai arahan Menteri BUMN Erick Thohir yang berulang kali menekankan peranan vital perusahaan pelat merah di masa pandemi, baik dari sisi ekonomi maupun pelayanan publik.

    Karena itu, Pupuk Indonesia melalui para produsen pupuk, yaitu Pupuk Kaltim, Petrokimia Gresik, Pusri Palembang, Pupuk Kujang dan Pupuk Iskandar Muda, tetap fokus menjalankan tugas Public Service Obligation (PSO) dalam mendistribusikan pupuk bersubsidi bagi petani guna menjaga produksi pangan nasional.

    Hingga saat ini total distribusi pupuk bersubsidi kepada petani penerima subsidi yang berdasarkan data e-RDKK mencapai sebesar 4,76 juta ton atau setara 59,9 persen dari target RKAP dan pupuk non PSO sebesar 2,38 juta ton atau setara 52,2 persen dari target.

    Sepanjang periode Januari-Mei 2020 perseroan juga mencatatkan pertumbuhan volume penjualan pupuk komersil. Penjualan komersial melonjak 47,45 persen dari 1,37 juta ton menjadi 2,01 juta ton dibandingkan kurun waktu yang sama di 2019.


    Dari sisi pendapatan, penjualan pupuk komersial meningkat 38,35 persen menjadi Rp7,54 triliun dari Rp5,45 triliun. Kemudian pendapatan jasa juga meningkat 34,53 persen menjadi Rp4,13 triliun dari Rp3,07 triliun.

    Sementara dari segi produksi, volume produksi produk pupuk perseroan sepanjang tahun ini tercatat telah mencapai 6,21 juta ton. Total produksi tersebut setara 52 persen dari target Rencana Kerja & Anggaran Perusahaan (RKAP) tahun ini yang sebesar 11.94 juta ton. Angka produksi itu juga tercatat tumbuh 6,92 persen jika dibandingkan produksi periode yang sama tahun lalu sebesar 5,8 juta ton.

    "Pertumbuhan tersebut didukung oleh para produsen pupuk yang dapat menjaga keandalan pabrik meski di tengah pandemi. Sehingga dapat beroperasi secara optimal dengan rate yang cukup tinggi, dan produksi setiap tahunnya dapat terus meningkat," ungkap  Aas.

    Selain produk pupuk, perseroan juga membukukan pertumbuhan pada produksi produk non pupuk sebesar 8,85 persen. Dimana volume produksi produk non pupuk tercatat sebesar 3,58 juta ton, sementara periode sama tahun lalu volume produksi non pupuk mencapai 3,29 juta ton.


    "Capaian positif di tengah pandemi ini berhasil diraih lantaran efektifitas dari respons dan strategi perusahaan dalam menghadapi pandemi," tukasnya. 

    (Des)


    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id