IHSG Berpeluang Menguat Mengikuti Bursa Global

    Annisa ayu artanti - 23 September 2020 09:03 WIB
    IHSG Berpeluang Menguat Mengikuti Bursa Global
    IHSG. Foto : Medcom.id.
    Jakarta: Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan hari ini diprediksi menguat mengikuti bursa global.

    Samuel Sekuritas Indonesia mengatakan bursa saham Amerika Serikat pada perdagangan semalam bergerak positif. Indeks Dow Jones ditutup naik 0,52 persen, S&P500 berhasil menguat 1,05 persen, dan Nasdaq ditutup positif 1,71 persen.

    "Kenaikan terjadi setelah indeks tersebut masuk area jenuh jual karena mengalami pelemahan dalam beberapa hari berturut-turut," kata tim riset, Rabu, 23 September 2020.

    Menurut tim riset, sentimen positif datang dari pernyataan Gubernur The Fed, Jerome Powell yang siap mendukung ekonomi dengan kebijakan-kebijakan moneter seberapa lama pun dibutuhkan.

    Namun investor akan mencermati juga pernyataan The Fed Chicago, Charles Evans yang mengatakan suku bunga Amerika Serikat akan naik cukup cepat setelah pandemi berhasil dilenyapkan.

    Selain itu, sentimen negatif juga datang dari Inggris karena kasus covid-19 semakin tinggi dan menyebabkan adanya kemungkinan pengetatan lockdown kembali.

    Sementara itu, pergerakan IHSG pada perdagangan kemarin melemah disertai pernyataan Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati yang mengatakan pada GDP Indonesia pada kuartal III-2020 akan berada di minus satu persen hingga minus 2,9 persen year on year, lebih rendah dari perkiraan sebelumnya. Serta GDP sepanjang tahun 2020 diperkirakan minus 0,6 persen hingga minus 1,7 persen year on year.

    "Namun IHSG hari ini berpotensi menguat mengikuti pergerakan bursa global," ucapnya.

    Tim riset juga menyebutkan, Kospi pagi ini terpantau naik 0,54 persen sedangkan Nikkei turun 0,5 persen setelah sehari sebelumnya libur.

    Sentimen positif bagi IHSG datang dari stimulus Amerika Serikat. Nanci Pelosi, Speaker of the House mengatakan sudah mencapai kesepakatan anggaran bersama menteri keuangan Steven Mnuchin. Kesepakatan tersebut termasuk USD8 miliar untuk bantuan bagi rakyat selama Pandemi. Saat ini proposal akan diserahkan ke senat.

    "Para investor juga akan mencermati data manufaktur negara negara Eropa yang akan dirilis nanti siang, yang akan menjadi pedoman apakah ekonomi Eropa sudah ada pemulihan atau belum," pungkasnya.


    (SAW)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id