4 Langkah BI Perkuat Digitalisasi Sistem Pembayaran Bansos

    Husen Miftahudin - 07 April 2021 13:25 WIB
    4 Langkah BI Perkuat Digitalisasi Sistem Pembayaran Bansos
    Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo - - Foto: Antara/ Sigid Kurniawan



    Jakarta: Bank Indonesia (BI) mendukung program pemerintah yang memberikan jaminan sosial bagi masyarakat melalui penyaluran bantuan sosial (bansos) secara lebih cepat, mudah, murah, aman, dan andal. Setidaknya ada empat langkah yang dilakukan bank sentral dalam memperkuat digitalisasi sistem pembayaran penyaluran bansos.

    Pertama, memperkuat interkoneksi antarkanal penyedia layanan pembayaran. Gubernur BI Perry Warjiyo menekankan bahwa penguatan interkoneksi merupakan bagian dari program Government to Person (G2P) 4.0 yang bertujuan agar penyaluran bansos lebih cepat dan tepat sasaran.






    "Dari pemerintah saat mengalokasikan dana kepada perbankan yang digital, kemudian kepada uang elektronik, kepada agen-agen bank, sampai kepada merchant, sehingga masyarakat penerima tinggal mempersiapkan alat-alat gadget yang ada," ujar Perry dalam dalam rangkaian kegiatan Festival Ekonomi Keuangan Digital Indonesia (FEKDI) yang diselenggarakan secara virtual, Rabu, 7 April 2021.

    Langkah kedua, aman. Digitalisasi penyaluran bansos ini dipastikan lebih aman karena menggunakan sejumlah sistem perlindungan. Ada dua sistem autentikasi, di antaranya dengan menggunakan kata sandi (password) dan penggunaan biometrik seperti sidik jari atau pengenalan wajah (face recognition).

    "Dulu waktu kita ke daerah banyak para penerima lupa akan password mereka. Jadi dulu hanya menggunakan user password, tapi sekarang ditambah lagi dengan biometrik. Begitu dilihat wajahnya sama, maka itu penerimanya. Jadi ini bisa lebih aman," tegasnya.

    Ketiga, memperluas channel pembayaran. Saat ini penyaluran bansos menggunakan multichannel, bisa dengan kartu, telepon seluler, hingga Quick Response Code Indonesia Standard (QRIS).

    "Penerima dengan barcode QRIS tinggal scan, langsung bisa keluar dananya. Itu makanya multichannel-nya diperluas, tidak hanya dengan kartu, handphone, tapi juga dengan QRIS," papar Perry.

    Keempat, memperluas outlet. Menurut Perry, transaksi penggunaan bansos oleh masyarakat penerima juga tidak terbatas pada sejumlah agen laku pandai, tapi juga layanan keuangan digital, merchant, serta ATM.

    "Di sini kerja sama, kuncinya sinergi, yakni pemerintah, Bank Indonesia, OJK (Otoritas Jasa Keuangan), perbankan, para merchant, uang elektronik, dan segala macam. Itu guyub rukun, tentu saja ini tugas kita bersama dalam mendukung melalui digitalisasi sistem pembayaran," tutup Perry.

    (Des)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id